Suara.com - Tinja atau feses seringkali dianggap tak penting untuk menjadi bahan pembicaraan. Membayangkan bau dan bentuknya saja, orang sudah malas, apalagi memperhatikannya.
Namun mulai sekarang, Anda harus mulai peduli dengan kondisi tinja Anda. Pasalnya, tinja atau kotoran sisa proses pencernaan ini bisa membantu Anda mendeteksi masalah kesehatan yang sedang Anda alami.
"Tinja bisa menjadi indikator kesehatan mental Anda. Masalah seperti diare, infeksi usus dan sembelit ternyata paling sering disebabkan oleh stres," ujar Patolog Vashibased, Dr Prasad Kulkarni.
Nah, beberapa kondisi tinja berikut mungkin bisa jadi tahap awal Anda untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit yang mungkin Anda alami.
1. Ukuran
Sebuah tinja idealnya memanjang dan utuh saat dikeluarkan. Tinja yang terpotong-potong saat Anda mengeluarkannya, menandakan ada yang salah dengan makanan yang masuk ke usus Anda. Kemungkinan, makanan itu juga melukai usus yang memprosesnya. Jika tidak ada masalah pada tubuh Anda, saat BAB Anda tidak perlu mengejan terlalu kuat karena permukaan tinja tidak keras.
2. Bentuk
Jika tinja yang Anda keluarkan lengket, berair, dan kecil-kecil itu tandanya tubuh Anda tidak menyerap dengan baik sebagian besar nutrisi seperti karbohidrat yang sudah Anda konsumsi. Kondisi yang dikenal dengan mencret ini bisa menyebabkan Anda kekurangan vitamin, zat besi, dan kalsium. Untuk mengatasinya Anda bisa mengonsumsi obat pereda diare atau mengonsultasikannya ke dokter.
3. Warna
Meskipun warna makanan yang Anda konsumsi dapat menentukan warna kotoran yang Anda keluarkan, namun menurut ilmu pengetahuan, warna tinja yang ideal adalah cokelat gelap.
Sedangkan tinja berwarna hitam biasanya dialami saat Anda mengonsumsi vitamin yang mengandung zat besi atau antibiotik yang mengandung bismuth subsalicylate. Perubahan warna ini berbahaya jika dialami dalam jangka waktu yang lama. Namun, jika Anda melihat bahwa warna tinja itu tidak berubah seperti warna semula yakni cokelat bisa jadi ada perdarahan dalam sistem pencernaan Anda.
"Darah di tinja bisa jadi mengindikasikan sesuatu yang jinak seperti wasir, atau bahkan adanya kanker usus besar. Jika kotoran yang Anda keluarkan berwarna hitam dan berukuran besar dalam jangka waktu lama, bisa jadi Anda mengalami pendarahan di dalam usus. Harus segera diperiksakan ke dokter," ujar Kepala Departemen Gastroenterology di Rumah Sakit KEM, Profesor Shobna Bhatia.
Sedangkan, tinja yang berwarna abu-abu bisa jadi mengindikasikan masalah kesehatan. Meskipun tidak sering terjadi, tinja bewarna abu-abu dapat menandakan blok di aliran empedu atau penyakit liver.
4. Bau
Wajarlah bila feses berbau tak sedap. Jika Anda meninggalkan toilet setelah BAB dan baunya masih tertinggal beberapa jam sesudahnya, hal ini juga normal. Bahkan, bisa jadi merupakan pertanda baik karena isi perut Anda dipenuhi dengan bakteri yang bekerja keras untuk menjaga Anda tetap sehat.
Isi perut Anda diserbu oleh miliaran bakteri yang meningkatkan sistem pencernaan dan proses metabolisme. Bakteri inilah yang menjadi penyebab mengapa kotoran berbau, yaitu akibat aktivitas bakteri di dalam perut Anda.
"Namun, jika bau tak sedap itu mengarah ke busuk, berarti ada banyak karbohidrat dan protein yang belum diserap oleh saluran cerna tersebut," kata Bhatia.
5. Waktu yang tepat
Waktu yang ideal untuk membuang kotoran atau feses adalah setelah bangun tidur di pagi hari. Biasanya makanan yang Anda konsumsi di malam hari memengaruhi kondisi tinja Anda di pagi berikutnya. (Times of India)
Berita Terkait
-
Sebelum Lakukan Pemutihan Utang BPJS, Pemerintah Ingin Pastikan Hal Ini
-
BPJS Kesehatan PBI Mendadak Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali
-
Merokok, Pola Asuh Ayah, dan Persepsi Kesehatan Anak Lintas Generasi
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya