Suara.com - Berat bayi ketika lahir dapat mengisyaratkan berbagai risiko yang mungkin dialami sang anak. Bayi yang lahir di bawah berat normal (2,4 kilogram) lebih berisiko terkena masalah kejiwaan seperti depresi, gangguan kecemasan atau anak dengan penuh perhatian. Hal ini akan berpengaruh hingga anak tumbuh dewasa.
Namun, gangguan kejiwaan atau depresi yang dialami tidak bisa disamakan dengan orang yang memiliki ketergantungan pada alkohol atau narkoba.
"Kami telah mengindentifikasi risiko kejiwaan yang dapat dialami oleh bayi yang lahir dengan berat badan sangat rendah dan kemungkinan ini membantu kita untuk lebih memprediksi, mendeteksi dan mengobati gangguan mental pada populasi ini," kata pemimpin penelitian Ryan Van Lieshout, profesor di McMaster University di Ontario, Kanada.
Studi ini juga menemukan bahwa ibu bayi dengan berat badan rendah yang menerima treatment steroid sebelum melahirkan, berisiko lebih besar mengalami gangguan kejiwaan. Para ahli menyebut risiko itu empat kali lebih mungkin untuk memiliki masalah depresi dibanding mereka yang normal.
Penelitian ini melibatkan 84 orang dewasa yang saat lahir memiliki berat kurang dari 1000 gram, dan 90 bayi yang lahir dengan berat normal. Semua lahir di Ontario antara tahun 1977 dan 1982.
Hasil menunjukkan bahwa pada awal umur 30-an, bayi yang lahir dengan berat di bawah normal hampir tiga kali lebih mungkin untuk terkena gangguan kejiwaan akibat alkohol atau narkoba. Selain itu, mereka juga berisiko dua setengah kali lebih mungkin mengalami masalah kejiwaan lain seperti depresi. (zeenews)
Tag
Berita Terkait
-
Aurelie Moeremans Cerita Adaptasi Jadi Ibu Baru, dari Begadang sampai Pilih Popok
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Tragedi 11 Bayi Sleman: Bukti Masih Gagalnya Pendidikan Seks di Indonesia?
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian