Suara.com - Ada kabar baik bagi lelaki yang sulit untuk mencapai klimaks saat berhubungan. Pasalnya, peneliti telah menemukan terapi gen untuk membantu kaum Adam mencapai ereksi.
Selama ini viagra atau pil biru memang dikenal dapat meningkatkan kemampuan lelaki saat bercinta, tapi menurut peneliti dari ETH Zurich, terapi gen memiliki efek yang sama bahkan tanpa rangsangan seksual.
Dalam terapi ini, gen dikembangkan untuk bereaksi terhadap cahaya biru yang disuntikkan ke dalam jaringan erektil dari penis. Setelah terkena cahaya, molekul prekursor yang disebut GTP diubah menjadi cGMP, yang secara alami terdapat di sejumlah organ manusia.
Hal ini memungkinkan saluran kalsium tertutup sehingga mengurangi kadar kalsium dalam sel yang pada gilirannya membuat sel-sel otot menjadi rileks dan meningkatkan aliran darah ke jaringan ereksi.
Berkat terapi gen ini, produksi cGMP tidak dirangsang oleh gairah seksual namun melalui paparan dari cahaya biru yang diinjeksikan ke jaringan erektil penis.
Untuk menguji efektivitas terapi ini, peneliti melakukan percobaan pada tikus jantan yang mengalami disfungsi ereksi lalu menyuntikkan gen dan hasilnya kemampuan tikus jantan kembali normal untuk mencapai ereksi.
"Sistem ereksi sangat mirip di semua jenis mamalia. Sehingga hasil ini kami rasa juga terbukti pada manusia," kata Fussenegger. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Kebiasaan yang Jadi Pemicu Banyak Pria Muda Kena Impotensi
-
Kenali Penyebab Impotensi, IDI Barito Utara Berikan Informasi Pengobatan
-
Mimi Peri Ogah Nikah Seumur Hidup karena Impotensi: Daripada Aku Nyakitin Orang Lain
-
Banyak Pria Pakai Obat Kuat Cuma Demi Senang-Senang, Dokter Peringatkan Bahayanya
-
Purwaceng, Si Viagra Jawa yang Dikenal Memiliki Segudang Manfaat, Tahu?
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?