Suara.com - Air mani yang disemprotkan awal saat ejakulasi ternyata lebih efektif untuk membuahi telur. Menurut sebuah penelitian terbaru, sperma yang terkandung dalam semprotan pertama lebih banyak dan bergerak lebih cepat untuk membuahi sel telur.
Menurut Maria Herbles dari Ginemed Assisted Human Reproduction Clinic di Seville, Spanyol, ejakulasi terbagi ke dalam dua fase. Fase pertama bertujuan untuk membuahi sel telur dengan komponen pelindung yang dikandungnya.
Sedangkan fase kedua membuat lelaki lain tak memiliki kesempatan untuk membuahi sel tersebut, karena berisi komponen yang dapat menyebabkan kerusakan pada sperma.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti mengumpulkan cairan ejakulasi dari 40 responden laki-laki yang kemudian dipisahkan sesuai dengan fase-nya masing-masing.
Peneliti menunjukkan bahwa sperma pada fase ejakulasi pertama mengandung sperma lebih banyak dibandingkan pada cairan kedua. Inilah sebabnya, sperma pada fase pertama berdampak positif untuk pembuahan dan perkembangan embrio.
"Selain memiliki gerak yang lebih cepat dan jumlahnya lebih banyak, cairan mani pada sperma fase pertama juga memiliki DNA yang lebih baik," imbuh Maria. (Medical Daily)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak