Suara.com - Hari ini, Minggu (31/5/2015), dunia memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sejak 1987 terus mengkampanyekan buruknya dampak merokok, memang telah mendeklarasikan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia.
Sayangnya, belum banyak masyarakat Indonesia, termasuk di Jakarta, yang tahu bahwa hari ini dunia merayakan Hari Bebas Tembakau. Bahkan berdasarkan pantauan Suara.com di sekitar ajang Car Free Day (CFD) di Bunderan Hotel Indonesia (HI), masih bertebaran asap rokok dan orang-orang yang merokok.
Seperti yang diungkapkan oleh Maria, salah seorang pegawai swasta yang mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui jika hari ini adalah Hari Bebas Tembakau Sedunia.
"Wah, saya enggak tau mba, kalau hari ini Hari Bebas Tembakau Sedunia. Soalnya informasinya kurang meluas," jelasnya, saat ditemui Suara.com di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (31/5).
Senada dengan Maria, Mando, seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta, juga mengaku tidak tahu-menahu soal Hari Bebas Tembakau Sedunia tersebut.
"Emang hari ini ya? Haha. Wah, saya belum tau mba," ungkapnya.
Kurangnya sosialisasi mungkin termasuk yang harus disayangkan. Padahal, berdasarkan data WHO, setiap tahun sekitar 5,4 jiwa di dunia meninggal karena rokok. Di Indonesia sendiri, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi pecandu rokok, namun tetap saja jumlah perokok di negeri ini terus meningkat.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, perokok di Indonesia meningkat pada kelompok usia di atas 15 tahun, yaitu 34,2 persen pada 2007, menjadi 34,7 persen pada 2010, dan data terakhir mencapai 36,3 persen pada 2013. Adapun perokok wanita mengalami peningkatan dari 4,1 persen jadi 6,7 persen.
Kendati demikian, masyarakat berharap bahwa pemerintah dapat terus menggalakkan hidup sehat dan gencar menyerukan agar para perokok dapat berhenti, demi kesehatan diri sendiri dan lingkungan di sekitarnya.
"Ya, harapannya harus ada terobosan deh dari pemerintah, biar perokok segera berhenti merokok. Soalnya kasihan orang yang tidak merokok kena asapnya. Kan itu lebih bahaya. Di Indonesia kan belum ada tempat khusus perokok yang memadai. Jadi orang masih ngerokok di tempat umum. Ya, harapannya ini bisa ditangani pemerintah ke depan," ungkap Mando pula.
Hal senada pun diungkapkan oleh Maria. Khususnya di momen Hari Bebas Tembakau Sedunia ini, dia berharap agar pemerintah lebih gencar menyuarakan betapa berbahayanya merokok.
"Ya, selama ini pemerintah sudah berbuat banyak sih, untuk mengurangi perokok di Indonesia. Kayak nyantumin gambar seram di rokok. Tapi kayaknya belum efektif. Orang suami saya aja masih beli," ujarnya.
"Makanya, perlu suatu terobosan yang berani untuk mengurangi perokok. Biar suami saya berenti juga mba. Dibikin mahal kek, gitu misalnya. Atau apa gitu. Kalau tidak, maka masyarakat di Indonesia akan terus dirusak oleh adanya peredaran rokok," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026