Sebuah penelitian baru yang dilakukan peneliti dari Columbia University, AS menemukan kaitan antara bulan kelahiran dengan risiko penyakit yang diderita seseorang. Fakta ini terungkap setelah peneliti menganalisis sampel dari 1,7 juta pasien di New York City dalam kurun 14 tahun dan lebih dari 1600 jenis gangguan kesehatan yang diderita.
Temuan menunjukkan bahwa 55 penyakit terkait dengan bulan kelahiran. Mereka yang lahir di bulan Mei, bisa dikatakan beruntung karena memiliki risiko terserang penyakit paling rendah. Sementara mereka yang lahir di bulan Oktober rentan mengidap berbagai penyakit. Hasil penelitian juga mengungkap bahwa anak-anak yang lahir pada bulan Juli dan Oktober berisiko tinggi mengidap asma. Sementara yang lahir di bulan November cenderung memiliki sifat hiperaktif sehingga merasa dirinya kurang diperhatikan.
Sedangkan bayi yang lahir pada bulan Maret berisiko mengalami masalah jantung seperti gagal jantung, dan gangguan katup mitral. Dan mereka yang lahir sekitar bulan Januari, Februari dan Maret rentan mengidap gangguan neurologis.
Nicholas Tatonetti, peneliti utama dalam studi itu, mengatakan bahwa kaitan antara bulan lahir dengan risiko penyakit juga dipengaruhi oleh tumbuh kembang dan faktor genetik seseorang.
"Meski temuan menunjukkan kaitan erat antara risiko penyakit dengan bulan kelahiran, risikonya tak sebanding dengan penyakit yang timbul karena pola hidup yang buruk," kata dr Nicholas Tatonetti mengingatkan. (Huffington Post)
Berita Terkait
-
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
3 Tanda Honda BeAT Mulai "Lelah" dan Penyakit yang Sering Datang
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren