Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali meningkatkan pemantauan atau "surveilans" secara berkala terhadap warga asing untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan coronavirus atau MERS.
"Langkah pencegahan sudah kita lakukan dengan mengaktifkan surveilans khusunya di Bandara Internasional Ngurah Rai terhadap setiap penumpang dari negara terjangkit," kata Kepala Dinkes Bali dr Ketut Suarjaya di Denpasar, Kamis (2/7/2015).
Upaya pemantauan itu dilakukan di area Bandara Ngurah Rai karena kasus MERS tersebut cenderung terjangkit pada warga asing yang datang ke Pulau Dewata.
Suarjaya menjelaskan langkah lain yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit itu dengan tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menghindari kontak langsung dengan unta saat melakukan ibadah haji ke Tanah Suci.
"Bagi para jamaah umroh datang dari Tanah Suci agar melakukan kontrol kesehatan," ujarnya menyarankan.
Dinkes Bali bersama dengan Kementerian Agama dan Tenaga Kerja Haji Indonesia sebelum memberangkatkan jamaah umrah ke Tanah Suci juga rutin melakukan upaya tersebut.
Dinas Kesehatan juga melakukan pemberian vaksinasi "meningo encepalitis" kepada para jamaah umroh yang akan berangkat ke Tanah Suci dan memberikan kartu kesehatan apabila kembali dengan kondisi sakit.
"Untuk bisa berangkat ke Tanah Suci calon jamaah juga harus memenuhi syarat kesehataan untuk keberangkatan umrah, dan melakukan pengecekan kesehatan kembali setelah datang dari umrah," katanya.
Selain itu, pihaknya bersama dengan TKHI akan tetap melakukan pengawasan terhadap jamaah yang datang dari umrah agar tetap terdeteksi kesehatannya.
Ia mengimbau masyarakat yang baru pulang dari ibadah umrah di Tanah Suci untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala influensa seperti MERS. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD