Suara.com - Bocah berusia delapan tahun dari India ini memiliki tangan raksasa yang berukuran lebih besar dari kepalanya. Menurut hasil diagnosis, Mohammad Kaleem mengidap penyakit langka Gigantisme lokal sehingga membuat bagian tangannya tumbuh secara abnormal dibanding bagian tubuhnya yang lain.
Tinggal di sebuah desa di India timur, membuat tetangga beranggapan bahwa Kaleem mendapatkan kutukan sehingga membuat tangannya berukuran lebih besar dibandingkan tangan orang dewasa. Bahkan, karena anggapan tersebut, Kaleem tak diterima di sekolah manapun karena khawatir akan membuat takut siswa lainnya.
Kondisi tangan bocah yang tak biasa ini pun tersiar di seantero surat kabar hingga media elektronik Internasional, hingga Kaleem dipertemukan dengan ahli bedah tangan yakni dokter Raja Sabapathy.
Kepada orangtua Kaleem, dr Sabapathy meyakinkan bahwa kondisi bocah tersebut bisa disembuhkan dengan pembedahan dan beberapa jenis obat-obatan.
Rencananya Kaleem akan menjalani operasi pembedahan di Rumah Sakit Ganga, India. Menurut dr Sabapathy, kasus yang dialami Kaleem sangat kompleks dan baru pertama kali Ia temui. Ia dan timnya akan fokus untuk mengembalikan tangan Kaleem ke ukuran normal tanpa merusak sel sarafnya.
Ayah Kaleem, Mohammad Shamim berharap bahwa operasi pembedahan yang dilakukan terhadap putranya bisa berhasil sehingga Kaleem bisa segera bersekolah untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?