Suara.com - Sebanyak tiga warga Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, tumbang dan tidak sadarkan diri, setelah diduga mengkonsumsi obat cacing pencegahan penyakit "Filariasis" (kaki gajah).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat dr Zafril Luthfy di Meulaboh, Kamis (8/10/2015)mengatakan setelah diberikan perawatan warga yang jatuh pingsan tersebut karena memiliki riwayat gejala penyakit tukak lambung (maag).
"Itukan ada reaksi sementara obat, sebelumnya kita sudah mengantispasi kader dan petugas Puskesmas memberitahukan pasien sebelum minum obat, sarapan dulu, apalagi warga ada penyakit maag, kasus Sama Tiga itukan karena penyakit maag," katanya.
Dinkes dalam beberapa hari terakhir memberikan obat geratis pencegahan penyakit kaki gajah kepada 157.499 warga Aceh Barat pada 13 puskesmas berlangsung sejak tanggal 6 Oktober sebagai Bulan Eliminasi penyakit Kaki Gajah (BELKAGA) untuk mewujudkan Indonesia bebas kaki gajah 2020.
dr Lutfy memastikan, bahwa efek samping dari obat cacing diberikan tersebut tidak sampai mengangu kesehatan masyarakat apalagi pengobatan itu sudah melalui penelitian semua dan untuk mengkonsumsi mengikuti anjuran dokter.
Kata dia, sebelum dilakukannya pengobatan massal ini telah dilakukan upaya antisipasi kader dan petugas di puskesmas, semuanya sudah diberitahukan petunjuk dalam memberikan obat kepada pasien sebelum diminum.
"Setelah ditangani dokter ternyata warga yang pingsan itu memiliki riwayat gejala maag, kalau dibilang dari reaksi obat cacing kaki gajah tidak juga, karena semua obat itu memiliki efek samping," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, pengobatan massal ini dilakukan selama kurang lebih lima hari sejak 6-10 Oktober 2015 secara berturut-turut, selain mengunakan tenaga petugas pihak Dinkes juga melibatkan kader sebagai petugas.
Adapun tata cara pengobatan massal antisipasi penyakit kaki gajah tersebut dengan melihat kondisi fisik tubuh pasien normal kemudian tidak terlihat gejala apapun, kemudian dianjurkan sarapan sebelum meminum obat cacing ini.
Apabilapun terjadi kasus sampai ada pasien yang jatuh pingsan seperti kasus di Kecamatan Sama Tiga itu merupakan hal yang dapat dialami oleh siapapun karena efek samping obat sebab meminum obat tidak sesuai dianjurkan dokter.
"Sampai adanya kasus ini mungkin penyampaikan kader ini yang mungkin kurang tersosialisasikan, seharusnya ditanyakan pasien apakah sudah makan atau ada penyakit maag," katanya menambahkan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat