Suara.com - Bekerja adalah rutinitas yang hampir semua orang lakukan. Pergi pagi dan baru pulang larut malam adalah pemandangan yang bisa kita lihat setiap harinya, terutama di kota-kota besar.
Workaholic, bisa dibilang telah menjelma pada hampir semua orang sekarang ini. Yang jadi masalah, apakah hal seperti itu baik untuk kesehatan?
Telah banyak penelitian menyatakan bahwa bekerja 8 jam di kantor akan berpengaruh pada kesehatan dan munculnya penyakit.
Orang yang sangat mengejar kinerja, target, prestasi, dan posisi dalam pekerjaannya mungkin secara materi akan baik, tapi untuk kesehatan sangat tidak dianjurkan.
Untuk Anda yang masih mencintai diri sendiri dan keluarga, cobalah hidup seimbang kalau tidak mau mengalami masalah seperti yang dilansir Boldsky.
1. Depresi
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa para workaholic, terlepas dari tingkat keberhasilan mereka di bidangnya, sangat rentan menderita depresi dalam hidupnya. Karena mereka akan merasa kecewa saat semuanya tidak tercapai.
2. Lebih cepat tua
Studi menemukan bahwa para pecandu kerja lebih cepat mengalami penuaan dibandingkan dengan mereka yang lebih bisa menikmati hidup dengan kebahagiaan.
3. Serangan jantung
Bekerja tak kenal waktu dan berlebihan cukup membuat jantung harus bekerja lebih berat. Dan serangan jantung bahaya yang bisa kapan saja terjadi. Hanya gaya hidup sehat yang bisa membantu mereka.
4. Hubungan
Baik itu berkaitan dengan percintaan atau dengan orangtua sekalipun. Dengan rutinitas yang terlalu sibuk tiap harinya, membuat waktu berinteraksi dengan pasangan pasti berkurang. Tidak jarang, banyak yang rusak keluarganya karena lebih mementingkan kerja dari pada keluarga.
5. Stres
Coba lihat, siapa yang sering stres di kantor Anda? Pasti mereka yang terobsesi dengan pekerjaannya, posisi dan kekuasaan. Segalanya mungkin bisa mereka dapatkan, tapi mungkin kesehatan sulit berpihak pada mereka.
6. Merusak mata (penglihatan)
Bekerja setiap hari dengan intensitas yang berat selama bertahun-tahun dipercaya akan menurunkan kualitas mata. Yang terparah bisa sampai buta.
7. Kehidupan seks
Para pecandu kerja mungkin berpikir dengan pil viagra hubungan ranjang akan berjalan dengan baik. Nyatanya, saat bercinta sekalipun para workaholic lebih mencintai pekerjaanya. Dan mereka cenderung gagal saat di ranjang.
8. Frustasi
Ketika semua baik-baik saja, pecandu kerja cenderung tampak lebih bahagia daripada orang normal, tetapi ketika ada masalah dalam pekerjaannya, mereka bisa terlihat frustasi, tidak terkendali, berteriak pada semua orang atas kesalahan mereka.
9. Obsesif compulsif disorder (OCD)
Meskipun tidak ada hubungan antara bekerja terlalu keras dan risiko OCD, tapi risiko gangguan tersebut dapat meningkat sedikit demi sedikit, jika Anda gagal untuk mengekang cinta Anda terhadap pekerjaan.
10. Hidup butuh keseimbangan
Kehidupan itu bukan hanya di depan layar komputer, atau melakukan segalanya di kantor. Banyak hal lain selain itu. Menghabiskan seluruh waktu di kantor, akan merusak semua kehidupan Anda.
11. Menurunnya kualitas otak
Menggunakan otak untuk berpikir setiap saat tanpa batas akan membuat otak lelah. Istirahatkan pikiran agar Anda bisa kembali menggunakannya dengan maksimal.
Jadi, masih inginkah Anda bekerja terlalu keras?
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran