Suara.com - Perokok aktif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia dengan rata-rata 18,3 batang rokok per hari, sementara angka nasional hanya 12 batang per hari.
"Kita sangat mengkhawatirkan dampak dari merokok ini akan memicu berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono, usai sosialisasi Perda KTR di Pangkalpinang, Kamis (10/12/2015).
Ia menjelaskan jumlah perokok aktif yang tinggi karena aktivitas dan pola hidup konsumtif masyarakat yang juga cukup tinggi.
"Kita harus segera melakukan upaya mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok guna menekan berbagai penyakit berbahaya termasuk hipertensi," ujar Mulyono.
Menurut dia, saat ini angka kasus hipertensi di Babel juga yang tertinggi di Indonesia atau di atas rata-rata nasional.
"Jumlah rata-rata penderita hipertensi mencapai 25,4 persen, sementara angka nasional hanya 21 persen," imbuh Mulyono.
Tingginya angka penderita hipertensi ini, kata dia, juga terkait dengan angka perokok aktif yang tinggi. Sebab, Mulyono menjelaskan merokok merupakan pemicu utama hipertensi yang selanjutnya menjadi penyakit jantung, stroke, penyakit paru obstruktif, kanker paru dan mulut yang membutuhkan biaya pengobatan sangat besar.
"Risiko penyakit berbahaya ini sangat luar biasa, sehingga diperlukan kerja keras untuk menghentikan atau mengurangi perokok aktif ini," ujarnya.
Nah, salah satu upaya mengurangi perokok aktif, tambah Mulyono yaitu melalui Perda Nomor 02 Tahun 2015, tentang Kawasan Tanpa Rokok yang melarang masyarakat merokok di fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat anak bermain, rumah ibadah, angkutan umum, tempat kerja, serta di tempat umum lainnya.
"Saat ini kita baru menyosialisasikan Perda KTR dan ke depannya akan dilakukan tindakan atau sanksi bagi masyarakat yang melanggarnya dengan ancaman kurungan maksimal tujuh hari dan denda maksimal Rp2 juta," tutupnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!