Suara.com - Campak, TBC, Gondok, merupakan jenis penyakit yang sering diidap orang berpuluh-puluh tahun silam. Tapi tahukah Anda bahwa penyakit 'jadul' ini berpotensi kembali mewabah pada 2016 ini?
Seperti dilansir laman health.com, berikut empat penyakit yang diperkirakan bakal kembali muncul di tahun 2016 ini.
1. Penyakit gondok
Pembengkakan pada kelenjar tiroid ini kerap dialami anak-anak dan dewasa. Sejak hadirnya vaksin, jumlah penderita gondok pun menurun drastis. Tapi pada 2015 lalu, Departemen Kesehatan Amerika Serikat melaporkan 688 kasus gondok.
Gejala yang muncul ketika menderita gondok antara lain, demam, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, hilang nafsu makan yang diikuti pembengkakan di bagian tenggorokan. Tidak ada pengobatan, tetapi kebanyakan orang sembuh dalam beberapa minggu.
Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit gondok yakni dengan mendapatkan vaksin MMR (measles-mumps-rubella). Dosis penguat sering dianjurkan selama wabah.
2. Campak
Seperti gondok, campak pernah menjadi wabah di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Diperkirakan 400-500 warga AS meninggal karena wabah campak sebelum ditemukannya vaksin.
Geliat kasus campak kembali menyerang, ketika dilaporkan adanya 667 kasus campak pada 2014 dan 189 kasus pada 2015. Virus campak memang dapat menyebar melalui batuk, bersin dari orang yang terinfeksi campak.
Gejala yang harus diwaspadai dari campak antara lain demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam di seluruh bagian tubuh. Komplikasi bisa berupa diare dan infeksi telinga, dan dalam kasus yang jarang terjadi, pneumonia yang dapat mengancam jiwa. Para ahli menyarankan setiap anak untuk diberi vaksin campak sebagai tindakan pencegahan yang paling efektif.
3. Tuberkulosis
Penyakit yang bakterinya ditemukan sejak 1882 ini kini dilaporkan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada 2014 dilaporkan terdapat 9421 kasus kematian di Amerika Serikat yang menyebabkan 555 kematian.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Infeksi ini menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi mengalami batuk, bersin atau berbicara dengan orang lain.
Gejala TB yang harus diwaspadai antara lain batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih, dahak berdarah, kelelahan, demam dan penurunan berat badan.
Kabar baiknya adalah TB dapat disembuhkan dengan pengobatan, meskipun beberapa antibiotik yang berbeda harus dikonsumsi lebih dari 6 sampai 12 bulan. Agar aman dari risiko TB, hindari kontak dengan penderita.
4. Demam berdarah
Dilupakan selama beberapa abad terakhir setelah munculnya antibiotik, infeksi virus ini kembali menyerang masyarakat Amerika dan berbagai negara lainnya.
Para peneliti baru-baru ini melacak adanya kemungkinan wabah DBD di Asia, dengan lebih dari 5.000 kasus selama lima tahun terakhir di Hong Kong dan 100.000 kasus di Cina selama setahun belakangan.
Demam berdarah umumnya menimpa anak-anak usia 5 sampai 12 tahun yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, mual, dan ruam kulit. Para peneliti memprediksi wabah DBD yang mungkin mengulang sejarah berpuluh-puluh tahun silam berhubungan dengan resistensi antibiotik.
Untuk tetap terlindungi dari risiko DBD, maka penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mencari pengobatan setelah beberapa gejala terlihat.
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian
-
Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit
-
Bom Waktu Kesehatan? Wabah Kolera Mengancam Lebanon di Tengah Eskalasi Konflik
-
Penyebaran Cacar Monyet Meresahkan, WHO Beri Sinyal Keadaan Darurat
-
Cerita Wanita saat Bulan Puasa di Gaza: Ramadan Ini Benar-benar Hampa!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia