Suara.com - Organisasi kesehatan dunia (WHO), pada Senin (1/2/2016), mengumumkan status darurat kesehatan publik internasional, setelah virus Zika yang menular lewat gigitan nyamuk dan menyebabkan ribuan bayi terlahir cacat di Brasil, menyebar sangat cepat.
Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan, mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan sebuah respon internasional yang terkoordinasi untuk mengatasi penyebaran virus Zika.
Ia juga mengatakan langkah untuk membatasi perjalanan atau perdagangan antarnegara belum diperlukan saat ini. Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah untuk mengendalikan populasi nyamuk, media penularan utama virus tersebut.
Status darurat internasional itu sendiri direkomendasikan oleh sebuah komite independen kepada WHO, lembaga yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, setelah muncul kritik bahwa dunia belum banyak berbuat untuk mencegah penyebaran wabah itu.
Pekan lalu WHO mengatakan bahwa virus Zika menyebar sangat cepat dan bisa menginfeksi empat juta orang di Benua Amerika.
Orang yang terinfeksi virus Zika sendiri, menurut para dokter, hanya akan menunjukkan gejala-gejala yang ringan, tetapi yang berbahaya justru dampaknya terhadap janin. Virus itu diyakini bisa menyebabkan microcephaly, sebuah kelainan yang menyebabkan bayi terlahir dengan ukuran kepala dan otak abnormal.
Selain itu, Zika juga diyakini bisa menyebabkan kelainan syaraf yang disebut sindrom Guillain-Barré.
WHO sendiri baru tiga kali menetapkan status darurat kesehatan publik internasional, sejak Regulasi Kesehatan Internasional disahkan pada 2007. Pertama kali status darurat diumumkan pada 2009, ketika merebak wabah flu burung (H1N1).
Status darurat kedua diumumkan pada Mei 2014, ketika ada indikasi virus polio merebak lagi. Terakhir, status darurat diumumkan pada Agustus 2014, ketika wabah Ebola meledak di Afrika Barat. (The Guardian/Reuters/Vox)
Tag
Berita Terkait
-
Ada Seo In Guk, Drakor The Office Worker Who Sees Destiny Akan Tayang 2027
-
Seo In Guk dan Krystal Dikonfirmasi Bintangi Drama Baru tvN Genre Fantasi
-
Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance