Suara.com - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berhenti merokok. Mulai dari mengurangi jumlah rokok yang diisap setiap hari atau berhenti sama sekali, latihan fisik tertentu yang dipercaya mampu menahan keinginan merokok, dan hipnosis.
Dari sekian banyak cara tersebut, manakah yang sebenarnya efektif untuk berhenti merokok? Sebuah penelitian dari University of Oxford, Inggris, menemukan jawabannya.
Langsung berhenti merokok dinilai paling efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. "Banyak orang berpikir cara untuk berhenti merokok dengan mengurangi jumlah rokok sebelum benar-benar berhenti. Namun hasil penelitian kami menyebutkan, langsung berhenti merokok adalah cara terbaik," jelas peneliti yang memimpin studi ini Nicola Lindson-Hawley seperti dilansir Time.
Kesimpulan ini didapat setelah Hawley dan koleganya melakukan studi yang melibatkan 700 perokok yang dalam sehari mengisap 15 batang dan mereka ingin berhenti.
Dalam studi tersebut peserta diminta untuk berhenti merokok dengan batas waktu dua minggu sesudahnya. Setengah dari mereka diminta untuk merokok secara biasa hingga hari H berhenti merokok. Sementara setengahnya diminta untuk secara perlahan berhenti merokok.
Kedua grup sama-sama diberikan konseling perilaku serta terapi pengganti nikotin. Cara peneliti menilai keberhasilan yaitu dengan melihat jangka waktu perokok tidak merokok selama empat minggu hingga enam bulan kemudian.
Hasil studi menunjukkan, mereka yang berhenti merokok secara langsung 25 persen bertahan lebih lama dibanding yang melakukannya secara bertahap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS