4. Air mata memiliki ikatan emosional.
"Air mata tampaknya menjadi sinyal kuat kepada orang lain bahwa Anda membutuhkan bantuan," kata Vingerhoets. "Kami telah menemukan bahwa ketika Anda melihat seseorang menangis, Anda cenderung merasa lebih terhubung dengan orang itu, Anda merasa lebih empati," imbuhnya.
Oleh karena itu, kita sering dengan mudah meneteskan air mata ketika melihat orang asing yang sedang bersedih dan ditimpa masalah.
5. Laki-laki dapat menahan untuk tak menangis di depan perempuan.
Ketika lelaki dibuat untuk mengendus air mata emosi negatif dari perempuan mereka merasa kurang terangsang.
Para peneliti mengatakan mereka tidak benar-benar memahami apa tujuan evolusi reaksi ini, tetapi beberapa ahli berhipotesis mungkin ini menjadi cara untuk mengurangi agresi laki-laki ketika perempuan menangis.
6. Hidung tetap berfungsi dengan baik saat Anda menangis.
Air mata disekresikan dari kelenjar lakrimal dan emosional yang dekat dengan hidung.
"Ketika kapasitas sistem drainase tidak cukup, maka air mata mulai mengalir di atas pipi Anda, dan itulah yang kita sebut menangis," kata Vingerhoets.
Dengan kata lain, hidung Anda berfungsi bahkan sebelum Anda menangis, dan tentu saja dapat tetap berfungsi saat Anda sedang menangis, karena air mata Anda hanya menguras.
"Sebagian besar air mata kita kembali ke dalam tubuh," katanya.
7. Teori yang mengatakan air mata mengandung hormon stres patut dipertanyakan
Teori kuno menjelaskan bahwa air mata mengandung hormon stres, sehingga harus dikeluarkan untuk menghilangkan hal negatif tersebut.
"Itu membuat timbulnya pertanyaan yang logis bahwa air liur juga membantu untuk membebaskan Anda dari stres," katanya.
"Kesimpulan bahwa reaksi ini dimaksudkan untuk membersihkan hormon stres dalam darah membuat benar-benar tidak masuk akal," tutup Vingerhoets. (Prevention)
Berita Terkait
-
Pesan di Balik Air Mata: Mengapa Orang Tua Harus Lebih Peka Saat Memilih Daycare
-
Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan
-
Setelah Air Mata Kering: Bab Tionghoa yang Hilang dari Buku Sejarah Sekolah
-
11 Alasan 'Menyesakkan' Mengapa Kamu Terlalu Sering Tidur dan Mudah Menangis
-
Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini: Saat Rindu Tak Lagi Punya Alamat
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?