Nyeri saat haid tak hanya dialami satu atau dua perempuan saja. Sebagian besar perempuan pernah merasakan nyeri saat periode haid mulai datang.
Namun jangan anggap sepele kondisi ini. Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi Siloam Hospital Kebon Jeruk, dr. Adrian Setiawan, nyeri teramat sangat saat haid bisa menjadi tanda adanya kista cokelat atau sering disebut endometriosis.
"Nyeri haid yang tidak bisa ditahan merupakan salah satu gejala endometriosis. Gejala lainnya berupa sakit saat berhubungan seksual, susah buang air besar dan sering nyeri punggung," ujarnya pada temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, belum lama ini.
Ia menambahkan, kelainan ini muncul ketika jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Tidak seperti kanker rahim, endometriosis umummya tidak menyebabkan kematian.
Walaupun tergolong tidak mematikan, penyakit ini tetap perlu diwaspadai. Pasalnya bisa berpengaruh pada kesuburan seseorang.
"Endometriosis rentan terjadi pada perempuan usia produktif. Oleh karena itu kondisi ini dapat mengganggu produktivitas kaum hawa," imbuhnya.
Untuk itu, Adrian menyarankan agar setiap perempuan selalu menjaga pola makan sehat dan rajin melakukan aktivitas fisik. Salah satunya dengan menghindari makanan cepat saji yang banyak mengandung bahan pengawet serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.
"Risiko endonteriosis semakin menurun mendekati masa menopause," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Nggak Perlu Obat! 6 Pose Yoga Ini Bikin Nyeri Haid Hilang dan Perut Gak Kram
-
Keajaiban Air Zamzam Dialami Donita, Kista Berukuran Besar di Tubuhnya Hilang
-
Cerita Donita Divonis Idap Kista Besar Jelang Berangkat Umrah
-
Ada Kista di Payudaranya, Berlliana Lovell Jalani Operasi di Korea
-
4 Sumber Kekayaan Hailey Bieber yang Kena Penyakit Kista
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD