Suara.com - Kondisi mata yang mengalami buta warna ditandai dengan kesulitan melihat warna merah, hijau atau biru, maupun warna yang tercipta dari campuran kedua warna tersebut. Jarang sekali ada orang yang memiliki kondisi tak bisa melihat warna apapun.
Tantangan dari kondisi ini adalah si penderita akan mengalami kesulitan dalam belajar dan membaca, serta terpaksa tidak bisa memilih karir tertentu yang erat hubungannya dengan warna. Namun, kondisi ini bisa diatasi dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dokter Siti Anita, Konsultan Meet Doctor mengatakan bahwa buta warna bermula dari adanya tiga jenis sel kerucut dalam mata. Setiap sel ini mampu mendeteksi warna merah, hijau atau biru muda.
Mata Anda menangkap dan menginterpretasi warna ketika sel kerucut ini mendeteksi adanya jumlah berbeda-beda dari tiga warna dasar ini. Konsentrasi tertinggi dari sel-sel kerucut ini dapat ditemui di bagian mata yang disebut macula, yang merupakan bagian penting dari retina mata.
Kondisi buta warna bawaan terjadi ketika mata kehilangan salah satu dari tiga tipe sel-sel kerucut ini atau ketika sel tersebut ada yang tidak bekerja dengan normal. Pada kondisi buta warna yang bukan bawaan, penyebabnya bisa terjadi karena pertambahan usia, masalah pada mata seperti adanya glaucoma, macular degeneration, katarak atau kondisi retinopathy akibat diabetes.
Cedera pada mata, serta efek samping dari konsumsi obat tertentu juga dapat mengakibatkan buta warna.
Berikut beberapa gejala kondisi buta warna:
1. Kemungkinan Anda hanya bisa melihat beberapa warna saja, tidak warna lainnya. Mungkin Anda tidak bisa membedakan warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah.
2. Anda dapat melihat banyak warna sehingga tidak tahu bahwa sebenarnya warna yang tampak dalam mata Anda tidak sama dengan warna yang dilihat mata orang lain.
3. Anda mungkin hanya bisa melihat beberapa spektrum warna saja, tidak seperti orang lain yang sanggup melihat ribuan macam warna.
4. Dalam kasus tertentu, beberapa orang hanya dapat melihat warna hitam, putih dan abu-abu saja.
Kondisi buta warna sejak lahir adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Hal ini juga tidak memerlukan penanganan khusus karena secara umum penglihatan dapat berfungsi dengan normal. Bahkan terkadang Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda tidak dapat melihat semua warna seperti yang dapat dilihat orang lain.
Kondisi buta warna yang dapat diobati hanyalah kondisi buta warna yang terjadi akibat adanya gangguan mata lainnya, seperti katarak yang dapat berdampak pada penglihatan terhadap warna. Operasi pengangkatan katarak dapat membuat penglihatan terhadap warna kembali normal.
Untuk membantu melihat warna dalam kehidupan sehari-hari, pemilik kondisi buta warna haruslah melatih dirinya untuk mencari kecerahan dan melihat letak, bukan menjadikan warna sebagai patokan. Seperti contohnya saat harus menghadapi lampu lalu lintas, pemilik kondisi buta warna harus hapal urutan lampu dan melihat mana lampu yang tampak nyala untuk tahu rambu apa yang sedang berlaku.
Berita Terkait
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini