Suara.com - Kegemukan atau obesitas merupakan salah satu kondisi yang membuat penderitanya merasa tak percaya diri. Tak hanya itu, berat badan berlebih juga bisa menghambat pemiliknya bergerak dan memicu berbagai penyakit penyerta lainnya.
Beragam pola diet dan jenis olahraga pun diyakini dapat membantu pemilik bobot tubuh berlebih untuk mengembalikan kondisinya ke ukuran normal. Tapi tak sedikit yang gagal setelah menjalani sederet metode penurunan berat badan tersebut.
Nah, bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan setelah mencoba beragam jenis metode, operasi bariatrik, bisa menjadi solusi.
Beragam jenis operasi bariatrik, kata dr Errawan R. Wiradisuria, Sp.B-KBD dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, bisa menjadi solusi bagi pemilik tubuh obesitas dalam menurunkan berat badan dengan cara yang efektif dan relatif aman. Metode operasi bariatrik yang populer adalah laparoscopic sleeve gastrectomy (LSG) atau teknik pemotongan lambung.
"Jadi, lambung pasien akan dipotong sebesar 75-80 persen. Secara otomatis kalau lambungnya lebih kecil maka selera atau nafsu makan menjadi berkurang drastis. Makan dua sendok aja bahkan bisa merasa kenyang," ujarnya pada temu media di Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Melalui metode LSG ini, kata Errawan, pasien bisa mengalami penurunan berat badan sebanyak 50-80 persen dalam kurun waktu 12 bulan. Tak berat badan yang menurun, pasien juga mengalami penurunan risiko mengidap diabetes sebesar 72 persen, penurunan jumlah kolesterol jahat sebanyak 79 persen, tekanan darah menurun sebesar 69 persen, dan risiko gangguan tidur yang menurun sebesar 74 persen.
"Kalau ditanya seberapa aman, ya risiko akibat operasi lebih rendah dibandingkan risiko mengidap diabetes, gagal jantung, kolesterol, hingga gangguan sendi yang harus dirasakan orang dengan tubuh obesitas," imbuhnya.
Pasien pun, lanjut Errawan, tidak akan mengalami penyayatan perut secara terbuka, karena bedah yang dilakukan minimal invasif dengan pembuatan lubang kecil di bagian perut. Dengan menggunakan alat stapler, dokter akan memotong bagian lambung lalu membuang bagian lambung yang harus dipotong melalui lubang kecil yang telah dibuat.
"Metode operasi LSG ini bisa dilakukan pada pasien berusia 18-65 tahun yang memiliki Body Mass Index lebih dari 35 dengan disertai dengan penyakit penyulit terkait obesitas dan berkomitmen untuk berhenti merokok," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh