Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek berharap agar bulan puasa menjadi momen bagi para perokok untuk melepaskan ketergantungannya dari kebiasaan tak sehat iitu.
Menkes mengatakan, saat puasa, seseorang tak mengonsumsi apapun sejak subuh hingga terbenamnya matahari, termasuk merokok. Sehingga perokok bisa memanfaatkan bulan suci ini untuk merubah pola hidupnya ke arah yang lebih sehat.
"Jadikanlah puasa ini awal dari berhenti merokok, selama satu bulan 12 jam perhari untuk menahan tidak merokok, kenapa tidak seterusnya. Ayo berhenti merokok dari sekarang," ujar Menkes.
Menkes menambahkan, agar tetap bugar selama berpuasa maka seseorang harus memperhatikan beberapa hal, seperti perbanyak makan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur.
"Saat berbuka, awali dengan minum minuman hangat, makanan manis, dan tidak merokok. Selain itu, meskipun berpuasa Ramadan, tetaplah beraktifitas seperti biasa," imbuhnya.
Menurut Menkes, saat berbuka puasa bukanlah saatnya membalas dendam dengan menambah porsi makan. Makan malam tetap harus sesuai porsi dan gizi seimbang,
“Kurangi makanan manis, asin, dan berlemak. Istirahatlah yang cukup agar kita segar di kala bangun dini hari untuk sahur”, tambah Menkes.
Pada ramadan tahun ini, Kementerian Kesehatan juga kembali mengadakan bazar ramadan yang menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok selama ramadan seperti sembako, makanan berbuka, hingga pakaian lebaran. Bazar ini pun tak hanya diperuntukkan bagi pegawai Kemenkes tapi juga masyarakat umum.
"Jadi memang ini acara tahunan yang diselenggarakan istri PNS Kementerian Kesehatan dan Dharma Wanita, harganya jauh lebih murah daripada di pasaran," pungkas Menkes.
Berita Terkait
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh
-
Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR
-
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?