Suara.com - Perlu alasan untuk berhenti dari kebiasaan merokok? Untuk Anda kaum Adam, sepertinya sudah banyak penelitian yang membahas bahaya rokok bagi kesehatan Anda.
Penelitian terkini menyebut, merokok bisa merusak sperma yang pada gilirannya mempengaruhi kondisi calon buah hati mereka.
Bahkan studi ini juga menyebut bahwa lelaki perokok memiliki presentase lebih tinggi mengalami kerusakan DNA sperma. Mereka diketahui memiliki sedikit mitokondria yang benar-benar aktif dan bagian dari sperma yang memungkinkannya menembus cangkang sel telur untuk kemudian dibuahi.
Peneliti melihat 27 dari 422 protein menghilang dari sperma si perokok. Tentu saja hal ini dapat mempengaruhi status kesehatan calon buah hati, karena protein dalam sperma membawa informasi genetik.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti melibatkan 20 perokok dan 20 lelaki yang tidak merokok. Peneliti Pimenta Bertolla dari Federal Sao Paulo University mengatakan bahwa jelas, merokok memiliki dampak merugikan pada kemampuan lelaki menghasilkan sperma yang nantinya akan membuahi sel telur.
"Sperma dengan DNA yang berubah karena faktor eksternal dapat menyebabkan masalah kesehatan pada keturunannya," para peneliti menyimpulkan.
Peneliti menganggap, rokok dapat memicu respon inflamasi pada testis dan kelenjar tertentu yang bisa mengurangi kualitas sperma. (Foxnews)
Berita Terkait
-
Benarkah Beras dan Rokok Penentu Garis Kemiskinan Warga Jakarta?
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
Apa Itu Garpit? 'Rokok Kuli' yang Viral Lagi Karena Nicholas Saputra hingga Ariel Tatum
-
Merokok, Pola Asuh Ayah, dan Persepsi Kesehatan Anak Lintas Generasi
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru