Suara.com - Permainan Pokemon Go kini tengah menjangkiti masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Orang dewasa hingga anak-anak terlihat asyik dengan gadget mereka sembari mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi 'sarang' makhluk lucu itu.
Tak hanya mendapatkan kesenangan, bermain Pokemon Go bagi sebagian orang, dianggap membawa manfaat layaknya melakukan aktivitas fisik. Terlebih jika pemain melakukannya sembari berlari atau berjalan cepat.
Lalu bagaimana pandangan ahli kebugaran, Emilia Achmadi terhadap fenomena ini?
Emilia mengatakan bahwa semua hal yang membuat tubuh bergerak memang berefek positif bagi kesehatan tubuh. Namun, ia mengingatkan jika aktivitas fisik tersebut membahayakan orang lain, maka sebaiknya tidak perlu dilakukan.
"Mau sehat nggak perlu sampai main Pokemon Go kok. Saya tidak akan mempromosikan aktivitas yang membuat kita lupa dengan sekitarnya dan membahayakan orang lain," imbuhnya.
Ia mengatakan bahwa dalam menjalankan aktivitas fisik, seseorang harus memperhatikan keamanan diri dan orang lain. Misalnya saat melakukan olahraga lari, seseorang harus melakukannya di trek yang aman, begitu pun saat bersepeda, seseorang harus menggunakan perlengkapan keamanan.
"Aktivitas fisik harus memperhatikan keamanan. Aspek bergerak, jelas membuat kita lebih sehat tapi aspek responsibility harus dipertanyakan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
Mengungkap Metode Raising Giant: Alasan Ilmiah Kenapa Ibu Cerewet Bikin Anak Tangguh
-
Kisah Pilu Bayi 4 Bulan Meninggal usai Dibiarkan 2 Jam Menangis
-
Cara Atta Halilintar Kenalkan Agama ke Anak: Setoran Zikir, Dapat Mainan
-
Anak Rusuh di Pesawat, Cara Asuh Denise Chariesta dan Niken Havana Dikritik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak