Suara.com - Kanker payudara menempati urutan pertama jenis kanker yang menyerang perempuan di seluruh dunia. Gaya hidup tak sehat digadang-gadang sebagai pemicunya.
Jika Anda ingin menurunkan risiko kanker payudara dan menjaga buah dada Anda tetap sehat, mengonsumsi makanan sehat berikut bisa menjadi pilihannya, seperti dilansir Prevention.
1. Kedelai
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang rutin mengonsumsi daidzein dan genistein, dua senyawa yang ditemukan dalam kedelai, tahu, tempe, dan miso, berada pada risiko lebih rendah mengidap kanker payudara.
Studi juga menunjukkan bahwa kedelai dapat membantu meringankan efek samping dari menopause, termasuk osteoporosis dan penyakit jantung. Dan salah satu penelitian terhadap 9.514 penderita kanker payudara menemukan bahwa konsumsi kedelai membantu mencegah kekambuhan tumor.
2. Gandum
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi gandum terbukti efektif mengurangi berbagai gejala PMS salah satunya nyeri di bagian payudara. Perempuan yang mengonsumsi ekstrak gandum saat menstruasi juga mengalami penurunan kelelehan, peningkatan emosi, jantung berdebar-debar, sakit kepala, gangguan tidur.
3. Bluberi
Bluberi telah terbukti dapat menurunkan pertumbuhan sel tumor payudara. Manfaat ini bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi 500 gram bluberi setiap hari. Anda bisa mengonsumsinya secara langsung dalam bentuk buah, atau memilih makanan lainnya yang mengandung ekstrak bluberi.
4. Labu
Beta-karoten, pigmen yang berperan memberi warna oranye pada labu dan wortel ternyata memiliki manfaat untuk mengurangi risiko benjolan akibat kanker payudara. Konsumsi labu setiap hari untuk mencegah risiko ini.
5. Teh
Teh, minuman yang kaya akan antioksidan sering direkomendasikan sebagai obat alami untuk melawan berbagai penyakit termasuk menurunkan pertumbuhan sel kanker. Namun tentu saja teh yang Anda konsumsi hanya akan memberi manfaat lebih, tanpa ditambahkan gula sebagai pemanis.
Tag
Berita Terkait
-
Ubah Hobi Jadi Cuan: Tips Mendapatkan Penghasilan Tambahan dari Rumah
-
Ini Tips Membeli iPhone Bekas agar Tidak Tertipu dan Berujung Zonk
-
Bintangi Film The King's Warden, Park Ji Hoon Ungkap Perjuangan Turun 15 Kg
-
Rahasia Kece ala Ummi Quary: Mandi Bukan Sekadar Wangi, Tapi Harus Kasih Nutrisi!
-
Nikita Willy dan Indra Priawan Bagikan Tips Berpakaian Cerdas untuk Keseharian dan Traveling
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital