Suara.com - Dinas Kesehatan (dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencanangkan pemberian vaksin HPV (Human Papilloma Virus) terhadap 75.000 siswi kelas 5 sekolah dasar atau sederajat pada 4 Oktober mendatang. Vaksinasi gratis ini dilakukan sebagai upaya menurunkan kasus kanker serviks yang menjadi penyebab kematian kedua akibat kanker.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, mengatakan bahwa imunisasi HPV tahap pertama akan diberikan melalui program Bulan Kegiatan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada pekan depan dan tahap kedua pada 2017 mendatang.
"Angka kematian akibat kanker di ibukota mencapai 7.5-10 persen dari total populasi. Kelompok usia dengan kematian tertinggi akibat kanker berada pada usia 40-59 tahun. Kita harap, dengan vaksinasi pada usia sedini mungkin bisa menekan angka kanker serviks di Jakarta dan Indonesia," ujarnya pada temu media Indonesia Menuju Bebas Kanker Serviks di Jakarta, Selasa (27/9/2016).
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Andriyono SpOG (K), mengatakan bahwa orangtua tak perlu khawatir akan efek samping pemberian vaksin HPV karena vaksin ini tak mengandung virus HPV, melainkan protein yang mirip dengan yang ditemukan dalam HPV.
"Vaksin HPV dapat merangsang pembentukan respon imun di dalam tubuh untuk melawan virus HPV dan memberikan perlindungan lebih lengkap terhadap kanker serviks dan penyakit HPV lainnya," imbuhnya.
DKI Jakarta menjadi lokasi percontohan untuk melakukan imunisasi HPV melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Data Globocan 2012 menyebutkan bahwa Indonesia menjadi negara tertinggi di Asia Tenggara dengan insiden kanker serviks mencapai 20.928 dan jumlah kematian mencapai 9.498 jiwa.
Berita Terkait
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Legenda Liverpool Kenny Dalglish Jalani Perawatan Kanker
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat