Suara.com - Dalam beberapa hal pekerja kantoran nampaknya tak terlalu berisiko, karena hampir seluruh waktunya dilakukan di balik meja kerja. Berbeda halnya dengan pekerja lapangan yang harus terpapar sinar matahari hingga paparan polusi yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Tapi para ahli mengatakan bahwa pekerja kantoran justru memiliki risiko kesehatan yang akan muncul dalam jangka panjang. Oleh karena itu Anda yang memiliki profesi sebagai pekerja kantoran, harus mewaspadai setidaknya lima penyakit ini beberapa tahun mendatang.
Berikut penjelasannya seperti dilansir Medical Daily.
1. Nyeri pergelangan tangan
Keluhan yang sering dialami para pekerja kantoran adalah nyeri di bagian pergelangan tangan. Tuntutan kerja yang mengharuskan mereka menggunakan komputer sepanjang hari, memicu saraf di bagian pergelangan tangan terhimpit sehingga menyebabkan rasa sakit.
2. Nyeri di bagian leher
Postur tubuh yang menghadap ke layar komputer selama 8 jam lamanya juga dapat menyebabkan ketegangan di bagian tulang belakang yang memicu rasa nyeri di bagian leher. Pada gilirannya hal ini dapat membuat pekerja merasakan nyeri kepala yang menjalar dari leher.
3. Pembekuan di pembuluh darah vena
Tak seperti pekerja lapangan yang banyak bergerak, pekerja kantoran cenderung menghabiskan sepanjang waktunya dengan duduk di depan layar komputer. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika (CDC), kebiasaan duduk selama berjam-jam lamanya dapat memucu pembekuan di pembuluh darah kaki yang gejala awalnya adalah mati rasa.
Jika hal ini terus terulang karena kebiasaan duduk yang terlalu lama, maka seseorang dapat mengalami pecahnya pembuluh darah di bagian vena kaki yang dalam kasus terburuk menyebabkan kelumpuhan.
4. Osteoporosis
Tak banyak beraktivitas di kantor ditambah kurangnya waktu berolahraga, membuat pekerja kantoran rentan mengalami osteoporosis lebih awal. Seperti diketahui, osteoporosis merupakan pengeroposan tulang yang disebabkan karena tulang tak banyak dipakai untuk bergerak. Oleh karena itu sempatkan untuk berjalan mengelilingi area kantor setelah duduk 90 menit.
5. Penyakit metabolik
Mayo Clinic melansir bahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan duduk berjam-jam lamanya saat berada di kantor, antara lain memicu obesitas, kolesterol tinggi, diabetes hingga serangan jantung. Pastikan Anda rutin berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu untuk mengurangi risiko kesehatan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat