6. Kurang tidur
Penelitian yang diterbitkan di The Journal Diabetes Care membatasi tidur penderita diabetes melitus tipe satu hanya 4 jam dalam semalam, dan hasilnya diketahui bahwa sensitivitas insulin mereka menurun 14 persen hingga 21 persen.
Kurang tidur akan meningkatkan stress pada tubuh dan berakibat pada kadar gula darah naik. The National Sleep Foundation (NSF) menyatakan bahwa ketika tidur terjadi penurunan hormon kortisol dan aktivitas sistem saraf yang dapat menjaga regulasi kadar gula darah dalam tubuh.
7. Suhu ekstrem
Penderita diabetes melitus sangat rentan terhadap perubahan suhu lingkungan. Suhu lingkungan yang ekstrem dapat mengganggu regulasi dari kadar gula darah. Contohnya, pada suhu berlingkungan panas.
Pada orang yang sehat, rasa panas tersebut akan dikeluarkan melalui keringat untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Sedangkan penderita diabetes mengalami kesulitan dalam memproduksi keringat sehingga suhu tubuhnya tidak normal.
Selain dapat meningkatkan kadar gula darah, hal ini akan menyebabkan berbagai komplikasi pada tubuh.
8. Mengonsumsi kafein
Walaupun Anda mengaku tidak menggunakan gula sama sekali pada kopi dan teh yang selalu Anda minum setiap pagi, hal ini tetap saja akan mempengaruhi gula darah Anda.
Penelitian yang dilakukan oleh A Duke University pada tahun 2008 menemukan bahwa penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi atau teh yang mengandung 500 mg kafein, dapat meningkatkan 7,5 persen kadar gula darah.
9. Sedang Sakit
Ketika Anda mengalami sakit atau terdapat infeksi dalam tubuh, maka tubuh akan menghasilkan hormon dan meningkatkan sistem kekebalan untuk melawan kuman dan bakteri tersebut. Hal ini tentu saja wajar terjadi, namun saat hal ini terjadi pada penderita diabetes, maka kadar gula darahnya bisa saja meningkat.
10. Melewatkan Sarapan
Sarapan penting dilakukan bagi semua orang, tidak hanya untuk penderita diabetes saja. The Journal Diabetes Care menyatakan bahwa saat penderita diabetes melitus tipe 2 melewatkan sarapan, maka sel beta pankreas yang berfungsi untuk menghasilkan insulin bekerja tidak maksimal, sehingga menyebabkan gula darah naik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik