Suara.com - Vagina atau Miss V adalah bagian super sensitif yang dimiliki perempuan. Meski sering membuat beberapa hal menakjubkan, namun ada kalanya Miss V terasa menyakitkan. Bahkan, kondisi ini sering membuat kaum Hawa merasa tak berdaya.
Daripada merasa khawatir dengan apa yang terjadi dengan Miss V, lebih baik kita telusuri, alasan mengapa Miss V sering tak bersahabat, seperti yang dilansir dari Times of India.
1. Stres
Meskipun hal ini mungkin terdengar tidak masuk akal, namun sebuah penelitian terbaru di Swedia mengungkapkan bahwa rasa sakit pada Miss V ada hubungannya dengan rasa cemas atau stres yang mereka rasaka. Bahkan, karenanya, Anda bisa merasa kesakitan saat bercinta. Sekitar seribu perempuan berusia 18-35 tahun telah disurvei tentang nyeri genital dan analisis psikologisnya. Para peneliti menyimpulkan bahwa ada hubungan antara kehidupan yang stres dan nyeri di bagian pribadi.
2. Infeksi Jamur
Infeksi jamur sangat umum dan mempengaruhi hingga 70 persen perempuan dalam beberapa waktu di hidup mereka. Namun, infeksi jamur tidak selalu menyakitkan. Gejala utama dari infeksi jamur ialah Miss V yang terasa gatal, terbakar, hingga sakit saat buang air kecil atau berhubungan seksual. Pengobatan dapat menggunakan krim anti-jamur sampai gejala mereda.
3. Miss V Kering
Kebanyakan perempuan berpikir, kondisi ini hanya dialami perempuan yang sudah menopause. Tapi ini tidak benar. Miss V yang kering dapat menjadi masalah pada usia berapa pun. Kekeringan yang berlebihan dapat menyebabkan rasa sakit. Biasanya, untuk menyembuhkan kondisi ini, estrogen dan pelembab vagina dapat digunakan.
4. Herpes
Baca Juga: Megghi Diaz Desak Tukul Jelaskan Isu Nikah Siri
Herpes Simplex virus, yang juga dikenal sebagai HSV, adalah infeksi yang menyebabkan herpes. Meskipun tidak ada obat untuk herpes, dokter dapat mengurangi frekuensi penyakit tersebut dan membantu Anda mengelola rasa sakit. Herpes bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti memiliki banyak pasangan seks, memiliki infeksi menular seksual (IMS) dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
5. Rambut Tumbuh ke Dalam
Kondisi ini dapat mengiritasi kulit. Miss V bisa menjadi gatal, dan memberikan rasa sakit. Daripada mencoba mengobatinya di rumah, sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk menyingkirkan rambut yang tumbuh ke dalam.
6. Penis Pasangan
Ini mungkin terdengar mengejutkan, tapi ini memang bisa menjadi salah satu alasan. Penis yang besar dapat menyebabkan nyeri pada vagina. Solusi terbaik untuk menghindari itu adalah melakukan seks dengan mudah dan tenang dan beralih ke posisi yang nyaman bagi Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026