Suara.com - Jika Anda telah memiliki anak atau baru saja melahirkan bayi baru-baru ini, mungkin Anda dan pasangan akan bertanya-tanya bagaimana cara yang tepat mencegah kehamilan selanjutnya dalam waktu dekat dan alat kontrasepsi terbaik apa untuk mengontrol kelahiran, yang digunakan setelah melahirkan?
Apalagi saat ini, kebanyakan pasangan hanya memberi jeda, setidaknya satu tahun untuk memiliki anak lagi. Padahal, di kehidupan modern seperti sekarang, di mana suami dan istri bekerja, tanggung jawab baru hingga komplikasi kesehatan yang mungkin dialami, rasanya tidak ideal bagi pasangan merencanakan memiliki bayi lagi.
Jadi, sangat penting bagi pasangan dengan kehidupan seks yang aktif untuk melakukan praktik seks aman dan menggunakan beberapa alat kontrasepsi, jika mereka ingin mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
Namun, pascakehamilan, tubuh perempuan mengalami banyak perubahan dan bentuk reguler dari KB mungkin bukanlah terbaik. Jadi, mari kita cari tahu, bentuk kontrasepsi apa yang tepat bagi ibu yang baru melahirkan?
Apakah kondom ideal untuk digunakan setelah melahirkan? Kondom telah menjadi salah satu bentuk terbaik dari alat kontrasepsi yang dapat mengontrol kelahiran, terlepas dari kehamilan, karena dengan alat ini, Anda tidak harus memasukkannya secara internal dan tidak datang tanpa efek samping, seperti suntik atau pil,
Namun, setelah melahirkan kebanyakan perempuan mengalami perluasan leher rahim dan ukurannya menjadi melebar. Tak hanya itu, mereka mungkin mengalami kekeringan vagina karena fluktuasi hormonal setelah melahirkan.
Jadi, karena hilangnya kekencangan pada vagina dan munculnya kekeringan vagina, menggunakan kondom mungkin akan tidak menyenangkan bagi aktivitas seks, karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan ringan.
Lantas, bagaimana dengan Intrauterine Devices atau IUD? Apakah aman digunakan setelah kehamilan? IUD adalah salah satu alat kontrasepsi yang berbentuk T. Alat ini dimasukkan ke dalam vagina untuk mencegah sperma mencapai sel telur, sehingga dapat mencegah kehamilan.
Para ahli berpendapat bahwa menggunakan IUD sebagai alat kontrasepsi setelah melahirkan, mungkin menjadi pilihan terbaik bagi kebanyakan perempuan, tergantung pada kondisi kesehatan mereka, karena IUD tidak seperti pil KB yang dapat mempengaruhi aktivitas menyusui.
Baca Juga: Tanggapan Jaksa Penuntut Ada yang Ganjil di Mata Ahok
Juga tidak seperti kondom yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat bercinta akibat kekeringan dan pelebaran leher rahim.
Namun, penting untuk berbicara dengan dokter Anda sebelum memilih bentuk kontrol kelahiran setelah kehamilan. [Boldsky]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026