Suara.com - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, peserta KB lelaki aktif atau yang menggunakan Metode Operasi Pria (MOP) di Kabupaten Muna mencapai 655 orang.
Kepala perwakilan BKKBN Sultra, Ali Ismail mengatakan, jumlah itu menunjukkan tingkat kesadaran lelaki mengikuti program keluarga berencana di Muna sangat tinggi.
"Jumlah itu naik sekitar 770 persen dari perkiraan permintaan masyarakat atau (PPM) hanya 85 akseptor," kata Ali Ismail, Minggu (22/1/2017).
Ia mengatakan, lelaki di Muna sangat mendukung program KB melalui cara vasektomi bahkan lebih banyak pria gunakan vasektomi dibanding perempuan yang gunakan tubektomi.
"Kalau pria bisa mencapai 655 orang dari target 85 orang, sedangkan untuk wanita yang menggunakan cara tubektomi hanya 351 orang dari target 1.072 orang," katanya.
Selain KB MOP dan MOW kata dia, para lelaki juga sebagian memilih KB dengan alat kondom yakni sebanyak 1.126 orang.
Kemudian peserta KB mengunakan metode IUD di Muna katanya, sebanyak 571 orang, yang menggunakan metode implant sebanyak 1.740 orang,menggunakan metode suntik sebanyak 17.899 orang dan metode pil sebanyak 16.226 orang.
"Secara keseluruhan peserta KB aktif di Kabupaten Muna sebanyak 38.568 orang atau 123,5 persen dari perkiraan permintaan masyarakat sebanyak 31.241 orang," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin