Suara.com - Kokain merupakan zat yang dapat menstimulasi perasaan bahagia yang berlebihan. Efek ini seringkali disalahgunakan banyak orang untuk mendapatkan kesenangan yang sesaat.
Sebuah penelitian terkini menemukan bahwa kokain dapat menjadi "KB alami" karena membuat tingkat kesadaran pasangan untuk melakukan hubungan seks yang aman menjadi lebih tinggi.
Peneliti Matthew Johnson mengatakan bahwa kokain memang dapat meningkatkan gairah seksual. Namun kesadaran mereka untuk menggunakan kondom lebih tinggi.
"Mereka menjadi lebih 'cerdas' untuk menghindari seks yang tidak aman," ujar Johnson.
Selain meningkatkan gairah seks dan keputusan untuk melakukan hubungan seks yang aman, ada tiga efek lain dari penggunaan kokain:
Dimulai dari: Membuat Penggunanya Kurus Kering
1. Membuat penggunanya kurus kering
Pengguna kokain biasanya memiliki tubuh yang sangat kurus. Pasalnya kokain menekan nafsu makan sekaligus menghambat kemampuab tubuh dalam menyimpan lemak.
Menurut sebuah studi pada 2013, kokain merangsang perubahan metabolik yang signifikan sehingga menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan lemak dan penyimpanan lemak.
Namun, ketika pengguna akhirnya memutuskan berhenti menggunakan kokain, mereka mungkin mengalami kenaikan berat badan yang signifikan sebagai hasilnya.
2. Melemahnya fungsi jantung
Kokain adalah stimulan yang dapat memperberat kerja jantung. Menyalahgunakan kokain itu sama saja Anda menghambat kerja jantung dan meningkatkan risiko untuk sejumlah gangguan kardiovaskular termasuk serangan jantung.
3. Perubahan suasana hati
Kokain dapat merubah suasana hati begitu cepat layaknya rollercoaster dalam permainan. Kokain merangsang produksi dopamin yang membuat penggunanya merasa bahagia.
Tapi begitu dopamin terhenti, maka penggunanya akan merasakan suasana hati yang buruk secara signifikan.
Ketidakseimbangan dopamin dalam tubuh akibat kokain dapat memicu depresi hingga disfungsi seksual. (Medical Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga