Health / Konsultasi
Jum'at, 03 Maret 2017 | 20:56 WIB
Seorang penderita anoreksia. [shutterstock]

Suara.com - Pola makan yang benar adalah memenuhi gizi seimbang dan lengkap. Namun ternyata tak semua orang menjalani pola makan yang benar.

Beberapa orang memiliki gangguan makan yang bisa meliputi anoreksia nervosa, binge eating hingga bulimia nervosa. Meski tergolong penyimpangan, tak semua orang menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan makan.

Disampaikan psikolog Tara de Thouars dari Klinik lightHouse, gangguan makan bisa terjadi secara bertahap. Ia mencontohkan, pada orang dengan kecenderungan gangguan makan bulimia, memuntahkan makanan menjadi upaya agar tak mudah gemuk.

"Pertama sekali lalu lama kelamaan siklusnya makin sering, dari tiga, lima hingga 10 kali," ujar Tara pada temu media di Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Penyebab pasti terjadinya gangguan makan memang tidak diketahui, namun Tara mengatakan bahwa kasus bullying akibat postur tubuh yang tak ideal alias gemuk menjadi salah satu alasan seseorang memiliki gangguan makan.

Selain itu, kepribadian tertentu seperti perfectionist juga rentan mengalami gangguan makan yakni anoreksia karena takut memiliki tubuh gemuk. Sebaliknya orang yang 'over imperfection' cenderung memiliki kebiasaan makan yang tak terkendali.

"Jadi yang tergolong gangguan makan itu kalau estrim ke kanan atau ke kiri. Antara terlalu banyak makan atau justru membatasi makanan yang masuk karena kepribadiannya yang menuntut kesempurnaan," tambah dia.

Load More