Suara.com - Seorang guru asal Brasil melakukan cara unik untuk mendukung muridnya yang di-bully karena rambut. Ana Barbara Ferreira, dari Sao Paulo, merasa sedih melihat salah satu anak didiknya karena kerap diejek memiliki rambut yang jelek.
"Pada saat itu, satu-satunya hal yang Saya bisa katakan adalah bahwa dia cantik dan tidak harus peduli tentang apa yang orang lain katakan," tulisnya dalam sebuah postingan Facebook yang menjadi viral.
Dukungan besar ia lakukan di hari berikutnya ketika Ana pergi bekerja dengan gaya rambut yang sama seperti murid korban intimidasi tersebut. Muridnya itu memiliki rambut keriting dan ditata dengan mengikatnya seperti tanduk.
"Ketika dia melihat Saya, dia berlari memeluk dan mengatakan bahwa Saya cantik," kata Ana Ferreira seperti yang dikutip BBC.
"Saya mengatakan kepadanya, hari ini Saya cantik seperti kamu." Foto kebersamaan antara Ana dengan muridnya, ia posting di Facebook sambil tersenyum dengan gaya rambut yang sama.
Guru tersebut kini telah dipuji oleh banyak orang di media sosial. Bahkan postinganya telah disukai lebih dari 142.000 orang dan berbagi 30.000 kali.
"Kemarin, salah satu murid mengatakan kepada saya ada seorang anak yang berkata bahwa rambutnya jelek. Dia sangat sedih pada saat itu, satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah bahwa dia cantik dan tidak harus peduli dengan apa yang orang lain katakan.
Hari ini, aku bangun dan ingat apa yang terjadi dan memutuskan untuk memakai gaya rambut yang sama seperti yang ia gunakan. Ketika dia melihat saya, dia berlari memeluk dan mengatakan bahwa saya cantik, dan saya bilang," Hari ini aku cantik seperti kamu!" Tulis Ana Ferreira dalam postingannya.
Berita Terkait
-
Anak Jadi Korban Bully, Bolehkah Orangtua Ajarkan untuk Membalas?
-
Dihina di Medsos, Nasib Tukang Sapu di Saudi Berubah Drastis
-
Tragis! Terus Dibully dengan Sebutan Gay, Bocah Ini Bunuh Diri
-
Seruan Stop Bullying Digelar Lewat Kabaret "Gajah di Atas Langit"
-
Bukan Hanya Kalah Bersaing dengan Ronaldo, Griezmann Juga Dibully
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga