Suara.com - Sebuah hasil penelitian mengejutkan dipresentasikan pada Heart Failure 2017 dan Kongres Dunia Keempat tentang Gagal Jantung Akut di Paris, Prancis, yang berlangsung sejak 29 April lalu hingga 2 Mei 2017.
Dikutip dari Zee News, Senin (1/5/2017), hasil penelitian itu menyebutkan, hidup tanpa pekerjaan atau menanggur untuk waktu yang lama dapat menyebabkan gagal jantung.
Berdasarkan hasil temuan dari lebih 20.000 pasien gagal jantung, ditemukan bahwa menganggur pada tahap awal memiliki 50 persen peningkatan risiko kematian dan 12 persen meningkatkan risiko rawat inap karena gagal jantung dibandingkan dengan mereka yang memiliki pekerjaan.
"Kemampuan untuk memegang pekerjaan membawa informasi berharga mengenai status kesehatan dan penampilan," kata penulis utama studi Dr Rasmus Roerth dari Copenhagen University Hospital, Denmark.
"Dan pengecualian, tenaga kerja dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi, masalah kesehatan mental dan bahkan bunuh diri," Roerth menambahkan.
Studi tim membandingkan risiko kematian akibat semua penyebab gagal jantung rekuren pada pasien berusia antara 18 sampai 60 tahun di antara 1997 hingga 2012.
Dari 21.455 pasien dengan rawat inap pertama untuk gagal jantung, 11.880, sekitar 55 persen adalah orang yang baru bekerja.
Selama rata-rata tindak lanjut 1005 hari, 16 persen pekerja dan 31 persen pasien pengangguran dinyatakan meninggal.
Sementara 40 persen dari pekerja dan 42 persen pasien yang menganggur dirawat di rumah sakit karena gagal jantung.
Baca Juga: Peringati May Day, Para Jurnalis Tuntut Kenaikan Upah
"Mereka yang tidak memiliki pekerjaan juga memiliki peningkatan risiko rawat inap di rumah sakit berulang," kata Dr. Roerth.
Roerth menyimpulkan bahwa mungkin tidak mengherankan bahwa status pekerjaan memiliki kaitan dengan proses perkembangan penyakit.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun