Suara.com - Seorang lelaki bernama Tum sering mengenakan kostum yang berbeda, dan bahkan memakai make-up. Namun, yang dilakukannya ini bukan hobi atau fetish, melainkan untuk "mengobati" anaknya yang lumpuh.
Dia mengganti "penampilan"-nya untuk anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun, Ikkyu, yang menderita kerusakan otak dan lumpuh setelah insiden empat tahun lalu.
Keluarga yang tinggal di Thailand itu pergi makan di sebuah restoran kapal uap saat Ikkyu yang berusia enam tahun tersedak ikan. Jantung Ikkyu berhenti selama empat menit, namun dokter berhasil menyadarkannya.
Ikkyu dalam keadaan koma selama tiga hari sebelum kembali sadar. Namun, karena otaknya kekurangan oksigen selama beberapa menit, Ikkyu mengalami kerusakan otak dan kelumpuhan permanen.
Setelah anaknya bangun, Tum dan istrinya sangat terpukul mengetahui kondisi sang putra. Pasalnya, Ikkyu terbelalak dan tanpa ekspresi, dengan anggota badan yang kaku dan tidak bergerak. Namun, Tum tidak putus asa.
"Ikkyu mungkin tidak dapat mengingat apapun, tapi saya akan membantunya mengingatnya. Bahkan jika dia tidak pernah tahu betapa saya mencintainya, tapi selama dia dengan berani hidup, saya masih bisa menjaga dia, itu cukup," ungkapnya.
Tum berhenti dari pekerjaannya untuk menjaga Ikkyu penuh waktu, dan percaya bahwa pada suatu hari kelak dia akan mendapat keajaiban, putranya pulih.
Agar Ikkyu bahagia dan mungkin mendapat tanggapan darinya, Tum mulai cosplaying dan cross-dressing dari mengenakan pakaian pelayar seksi ke cetakan macan tutul. Sesekali dia akan berpakaian dan memakai make-up untuk Ikkyu juga, dengan harapan bisa memicu saraf sensoriknya.
Meskipun dia tetap tidak responsif hampir sepanjang waktu, Ikkyu sesekali tersenyum, memberi Tum segumpal harapan dan motivasi untuk melanjutkan bentuk terapinya yang tidak biasa.
Baca Juga: Wow, Gym Ini Pekerjakan Instruktur Cantik Berkostum PRT
"Meskipun kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengubah masa depan," kata Tum, yang telah memberinya deskripsi 'ayah tampan' di beberapa media berita.
Dedikasinya yang positif dan pantang menyerah juga telah menyentuh netizen di seluruh wilayah dari Thailand ke Hong Kong dan Taiwan, yang telah menawarkan sumbangan untuk membantu keluarga mereka mengatasi pengeluaran keuangan. (Asiaone)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD