Suara.com - Setiap orang memiliki tingkat kebersihan berbeda-beda. Misalnya, ada orang yang tanpa sungkan berbagi menggunakan sikat gigi. Nah, apakah hal tersebut merupakan hal yang jorok? Jawabannya, sangat jorok.
Sikat gigi merupakan salah satu dari benda rutinitas kebersihan kita sehari-hari. Namun, kebanyakan dari kita secara konsisten mengabaikan bagaimana merawat dan menggunakannya dengan benar.
Karena itu, Anda mungkin ingin bertanya pada diri sendiri apakah Anda sebersih yang Anda duga?
Pertama, mari kita bicarakan mengenai kebiasaan berbagi sikat gigi bersama teman. Saat seseorang membagikan sikat gigi mereka dengan orang lain setelah bangun tidur, maka ingat ini, benda itu kotor, dan sangat tidak higienis.
Bahkan, jika Anda tidak dapat melihat kotoran, partikel makanan tetap berada di sikat gigi setelah Anda membersihkannya.
Ini berarti Anda menyikat sampah makanan orang lain ke gigi Anda sendiri, sambil berpikir bahwa Anda sedang membersihkan gigi Anda. Tapi bukan hanya makanan yang tertinggal di sikat gigi lama setelah Anda "cuci bersih" dengan air. Ada juga bakteri, yang tumbuh di sana meski sikat gigi tersebut kering.
Selain berbagi sikat gigi, meninggalkan sikat gigi berdampingan dengan milik orang lain atau disimpan di kamar mandi pada tempat yang basah dan tergenang air, pada dasarnya Anda tengah memohon bakteri untuk berkoloni di bulu sikat gigi Anda.
Jika Anda pikir hal ini dramatis, coba pertimbangkan ini, satu studi menemukan bahwa sekitar 60 persen sikat gigi yang disimpan di kamar mandi bersama mengandung kotoran di bulu dan 80 persen kotorannya bukan milik si empunya sikat gigi.
Kabar baiknya adalah, sangat mudah untuk mulai merawat sikat gigi dengan lebih baik. Yang harus Anda lakukan adalah lebih sadar bagaimana dan di mana Anda menyimpannya. Pastikan di tempat yang kering, jauh, jauh dari toilet dan seberapa sering menggantinya. Idealnya, Anda harus mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali. (Elitedaily)
Baca Juga: Sikat Gigi Ternyata Bisa Diajarkan Sejak Bayi Tumbuh Gigi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya