Meski episiotomi bukanlah komplikasi, namun hal ini akan dilakukan pada kebanyakan perempuan, terutama saat persalinan pertama. Sayatan kecil akan dibuat antara vagina dan anus untuk membantu kepala bayi keluar. Sayatan yang dibuat pasti akan lebih dalam untuk perempuan yang lebih pendek dan butuh waktu yang lebih lama untuk sembuh.
5. Kesusahan janin
Karena proses persalinan yang berkepanjangan, janin mungkin akan merasa tidak nyaman di dalam rahim dan kadang-kadang, janin mungkin gagal menerima jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Tapi, kondisi ini sangat jarang terjadi.
6. Perdarahan yang berlebihan
Jumlah tekanan pada perempuan yang lebih pendek saat proses melahirkan normal lebih tinggi, karena ada sedikit ruang bagi bayi untuk keluar. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan di vagina dan bisa menyebabkan perdarahan yang berlebihan dari biasanya.
7. Cara mengurangi kemungkinan komplikasi?
Postur tubuh ibu hanyalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi kehamilan. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tinggi badan, yang sebagian besar didasarkan pada gen. Tapi, ada kasus dimana ketinggian terhambat karena kekurangan nutrisi di masa kanak-kanak.
Jadi, ibu harus merawat anak mereka dengan makanan yang tepat. Pada saat hamil, lebih baik berkonsentrasi pada faktor lain untuk membuat proses menjadi lebih mudah. Seperti asupan makanan yang tepat, kenaikan berat badan yang tepat, olah raga yang rutin, dan jeda waktu 18-23 bulan antara kehamilan, dan lain sebagainya. (Boldsky)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini