Suara.com - Tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, membuat seseorang rentan terpapar polusi dari asap kendaraan bermotor. Berbagai studi pun telah menunjukkan bahaya paparan polusi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga menurunkan kecerdasan.
Data WHO 2016 bahkan menempatkan Jakarta sebagai satu dari sepuluh kota dengan pencemaran terburuk di Asia Tenggara. Sebagian kaum urban yang mengerti dampak negatif yang ditimbulkan dari polusi udara biasanya memilih menggunakan masker saat berada di jalanan atau menggunakan pemurni udara di tempat tinggal mereka.
Namun, pemurni udara yang ada saat ini di Indonesia terbilang barang mewah dengan harga selangit. Belum lagi, bentuk dan ukuran yang sulit untuk dibawa kemana saja. Salah satu produk pemurni udara yang bisa menjadi solusi adalah Airvida.
Miri Hwang, Managing Director PT Global Inti Jaringan, distributor tunggal Airvida Indonesia mengatakan keistimewaan alat tersebut terletak pada bentuknya yang menyerupai kalung sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana saja.
Menurut uji laboratorium yang dilakukan berbagai lembaga independen seperti JIRA (Japan Fair Infrared Rays Association) dan JAIRA (Japan Association of Ion Research and Application), Airveda efektif membersihkan udara dengan kadar polutan PM 2.5 dan zat karsinogenik Formaldehida hingga 99.9 persen.
"Cara kerja Airvida dalam memurnikan udara adalah dengan menghasilkan sekitar 2.000.000 ion negatif/cc, yaitu 100 sampai 200 kali lebih banyak dari air terjun. Ion negatif itu yang nantinya secara efektif mengurangi jumlah bakteri, menurunkan kemungkinan infeksi jamur di wajah dan ketidaknyamanan lainnya yang disebabkan bakteri," ujar Miri pada peluncuran Airvida di Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Ion negatif, tambah Miri juga terbukti dapat meningkatkan aktivitas mental dan fisik, mempercepat penyembuhan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan mendetoksifikasi racun dari tubuh kita. Oleh karena itu, produk inovatifnya ini, kata dia, dapat memberikan berbagai manfaat bagi penggunanya untuk mengatasi asma dan alergi akibat udara yang tercemar, membantu konsentrasi otak, hingga meningkatkan kualitas tidur.
“Produk ini sangat populer di beberapa Negara Eropa, seperti Inggris, Paris dan Belanda serta di Jepang, Korea dan Taiwan, terutama pada musim semi dimana banyak orang menderita alergi serbuk sari” tambah dia.
Produk kesehatan yang dibanderol Rp2,5 juta ini hadir dengan tiga pilihan warna yakni hitam, putih dan merah muda. Sedangkan baterainya, kata Miri, bisa tahan 32 jam dan dapat diisi kembali layaknya mengisi ulang baterai ponsel.
Miri mengungkapkan, saat ini produk pemurni udaranya ini bisa dibeli secara online di beberapa toko online seperti Shoppe, Tokopedia, dan lainnya. Ke depan, dengan target masyarakat urban di Jakarta dan sekitarnya, serta kota-kota besar lain, Miri akan memasarkan produk ke toko-toko retail besar sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren