Suara.com - Bagi Anda yang tinggal di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, tentu sudah tidak asing lagi dengan Gathot. Pangan tradisional yang terbuat dari singkong yang difermentasi ini ternyata memiliki efek positif menurunkan kadar gula darah seperti obat metformin yang biasa diresepkan untuk penderita diabetes.
Temuan ini diperoleh peneliti dari Universitas Respati Yogyakarta, yakni Desty Ervira Puspaningtyas, Rio Jatikusuma dan Puspita Mardika Sari. Ketiganya merupakan pemenang Nutrifood Research Center Grant 2016.
Desty mengatakan, penelitian berbasis studi kasus yang dilakukannya ini menemukan potensi gathot sebagai pangan yang aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.
"Kami menekankan fermentasi dalam proses pembuatan gathot bisa meningkatkan senyawa probiotik. Yang pada gilirannya dapat menurunkan kadar glukosa darah setara dengan produk dasarnya yakni singkong dan obat metformin," ujar Desty pada Penganugerahan NRC Grant 2017 di Jakarta, Selasa (28/11/2017).
Desty mengungkapkan, penelitian ini telah diuji coba pada dua orang responden dengan metode studi kasus dan uji coba pada tikus. Pada studi kasus terhadap manusia yang mengonsumsi 250 gram gathot setiap hari selama seminggu, dia mendapati terjadi peningkatan bakteri baik dan penurunan bakteri E. Coli dalam sistem pencernaan.
Pada uji coba terhadap tikus selama 30 hari, Desty dan rekan peneliti juga mendapatkan hasil sama, di mana kadar glukosa darah puasa menurun serta ada perbaikan profil lemak di mana kadar kolesterol jahat menurun dan kadar kolesterol baik meningkat.
"Karena ini studi kasus jadi mungkin belum bisa digeneralisasi hasilnya. Tapi ada potensi bahwa gathot bisa dikembangkan sebagai obat diabetes di masa mendatang dengan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap berapa dosis yang tepat," ungkap dia.
Desty mengatakan, efek positif gathot pada penurunan kadar glukosa darah terjadi karena kandungan serat larut dan tidak larut air yang tinggi pada gathot. Pangan lokal ini juga memiliki kadar pati resisten yang tinggi sehingga dapat memperbaiki saluran cerna yang pada gilirannya menginisiasis sistem sinyal dari respon insulin.
"Hasil penelitian ini merupakan langkah awal kami untuk menangani permasalahan diabetes melitus di Indonesia," tutup Desty.
Baca Juga: Makan Nasi Goreng dengan Minyak Ini Turunkan Risiko Diabetes
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia