Suara.com - Rumah warga komunitas nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, yang memiliki toilet hanya sepertiga dari total rumah yang ada, berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Atma Jaya.
Kepala Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Atma Jaya Clara Ajisukmo di Jakarta, Senin, enggan menyebutkan kelurahan lokasi penelitian tersebut dilakukan dan menekankan fenomena tersebut ditemukan di kota megapolitan Jakarta.
"Masih ada buang air besar di tempat terbuka, mereka lebih memilih di tempat terbuka, seperti sungai atau got," ujar dia.
Berdasarkan penelitian itu, hanya 37,5 persen atau sebanyak 225 rumah dari sekitar 600 rumah yang memiliki toilet di komunitas nelayan di Cilincing.
Alasan masih adanya rumah yang tidak memiliki toilet antara lain karena terdapat toilet umum di lingkungan komunitas berada dan rumah yang dimiliki kecil dan berdempetan.
"Selanjutnya membuat toilet mahal jadi saat ada toilet umum ya sudah pakai toilet umum saja," ucap Clara.
Penelitian itu juga menunjukkan warga mengakui melihat kotoran manusia ada di sekitar rumah mereka, padahal anak-anak bermain di sekitar rumah sehingga terancam penyakit cacingan, diare serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Tidak hanya di kawasan Cilincing, buang air besar di tempat terbuka juga ditemukan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur serta Penjaringan, Jakarta Utara.
"Jatinegara itu komunitas di tengah kota dan daerah kumuh jadi tetap ada BAB di tempat terbuka. Yang tinggal di sana ada pedagang dan pemulung. Rumah rapat faktor penyebabnya," kata dia.
Baca Juga: Tata Tertib Toilet Ini Bikin Terheran-Heran
Menurut Clara, kebersihan dan kesehatan lingkungan masih belum dipahami masyarakat, khususnya yang dalam kondisi ekonomi tidak baik dan berada dalam lingkungan yang padat penduduk.
Ada pun berdasarkan data Survei Ekonomi dan Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) sampai Maret 2016, sebanyak 16,4 juta keluarga di Indonesia tidak memiliki jamban. (Antara)
Berita Terkait
-
Ibu Kaget Putrinya yang Berusia 15 Tahun Melahirkan di Toilet
-
Terpaksa Harus ke Toilet Umum Super Jorok? Lakukan Ini
-
Toilet Emas Berlapis Tas Kulit Louis Vuitton Dijual Rp1,3 M
-
Banyak Orang Pilih Habiskan Waktu di Toilet daripada Olahraga
-
Bocah Lima Tahun Temukan Ular Piton di Toilet, Ini yang Terjadi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin