Suara.com - Sekelompok peneliti dari Amerika Serikat mengklaim, telah menemukan varian genetik yang dapat dikaitkan dengan homoseksualitas atau gay.
Mereka juga mengaku telah menganalisis kode DNA lelaki gay dan heteroseksual secara keseluruhan. Hasilnya, para peneliti menemukan perbedaan DNA bagi gay dengan lelaki heteroseksual pada gen SLITRK5 dan SLITRK6.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan adalah penelitian pertama yang melihat gen lebih dari 1.000 lelaki homoseksual, dan membandingkannya dengan data genetik dari 1.231 lelaki heteroseksual.
Sekadar diketahui, SLITRK6 adalah gen penting dalam perkembangan otak, dan sangat aktif di daerah otak hipotalamus. Hipotalamus merupakan bagian otak yang sangat penting untuk menghasilkan hormon terkait dorongan seks.
Penelitian menunjukkan, bagian hipotalamus akan lebih besar 34 persen pada lelaki gay. Periset dari North Shore University Health System (NSUHS) di AS juga menemukan perbedaan gen TSHR, yang terkait dengan tiroid.
"Karena seksualitas adalah bagian penting dari kehidupan manusia, bagi individu dan masyarakat, penting untuk memahami perkembangan dan ekspresi orientasi seksual manusia," kata Alan Sanders, dari NSUHS.
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari dasar genetik orientasi seksual laki-laki. Pada akhirnya dapat meningkatkan pengetahuan kita tentang mekanisme biologis yang mendasari orientasi seksual," sambungnya.
Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa jumlah peserta dalam penelitian ini terlalu kecil untuk menarik kesimpulan secara keseluruhan populasi.
"Bahkan jika varian gen memang menunjukkan korelasi dengan orientasi seksual, ini tidak berarti bahwa gen tersebut bertanggung jawab untuk menjadi gay (hanya berarti ada kaitan dengan sifat yang lebih mungkin ditemukan) dalam jumlah relatif sedikit," kata Robin Lovell-Badge dari The Francis Crick Institute di Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. (Zeenews)
Baca Juga: Gay dan Lesbian Jerman Berpesta, Bisa Menikah Mulai Oktober
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia