Suara.com - Jangan anggap remeh flu, karena sebuah penelitian menunjukkan bahwa flu dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada lansia.
Penelitian terkini yang dilakukan peneliti Richard Webby, asal Kanada, menemukan bahwa risiko serangan jantung akibat flu meningkat lima kali lipat pada lansia. Itu sebabnya vaksinasi influenza sangat direkomendasikan untuk orang dewasa.
"Ini adalah penelitian yang memungkinkan kita membuat hubungan yang lebih spesifik antara infeksi flu dan masalah jantung," kata Richard Webby.
Untuk mendapatkan temuan ini, Webby, menganalisis catatan medis 332 orang lanjut usia yang mengalami flu dan pernah menderita serangan jantung dalam kurun setahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa 20 persen lansia yang mengalami serangan jantung, memiliki keluhan flu seminggu sebelumnya. Enam persen di antaranya berakhir dengan kematian.
"Risiko meningkat hanya di minggu pertama," kata peneliti lain, Dr. Jeffrey Kwong, dari Institute for Clinical Evaluative Sciences di Toronto.
Lalu bagaimana flu bisa memicu serangan jantung? Kwong menjelaskan, flu dapat menyebabkan pembengkakan di arteri koroner dan berakibat pada penyumbatan aliran darah yang memicu serangan jantung.
Pada lansia, kemampuan paru-paru yang menurun ditambah dengan infeksi flu membuat orang sulit bernafas, sehingga jantung harus memompa lebih keras untuk mengeluarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Jadi jika orangtua Anda mengalami flu, segera bawa ke dokter untuk mencegah potensi serangan jantung mendadak.
Baca Juga: Sam Aliano Kecewa Putusan Hakim MK Soal LGBT
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya