Suara.com - Banyak orang yang begidik ketakutan mendengar kata Kanker. Namun tidak dengan Megawati Tanto, yang kini sehat bugar di usianya ke 72 tahun.
Mega sendiri adalah perempuan tangguh yang berhasil selamat dari dua kanker sekaligus. Ia mengatakan dua fase mengidap kanker dalam hidupnya sebagai ujian untuk lulus S2. Untuk itulah Ia tidak meratapi kanker kolon dan paru yang diidapnya dengan kesedihan.
"Saya nggak cengeng dan saya nggak ngeluh. Saya tahu apa yang saya jalani seperti kemoterapi dan lainnya menuju kesembuhan. Saya percaya saya akan sembuh, bukan mati," ujar Mega pada Suara.com dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Kementerian Kesehatan, baru-baru ini.
Ia pun menuturkan awal mula mengidap kanker. Pada 2007 silam, Mega baru mengetahui ada kanker di ususnya setelah menjalani pemeriksaan medical check up. Namun setelah dua tahun menjalani pengobatan Ia pun divonis sembuh.
Sudah sembuh dari kanker kolon, Mega kembali harus berhadapan dengan kanker. Ketika kontrol kondisi ususnya pada 2010, dokter menemukan ada sesuatu di paru-parunya. Mega berharap hal itu hanya infeksi saja, namun dokter mengatakan bahwa ia mengidap kanker paru primer.
"Ketika divonis kanker paru, hati sedikit ciut karena mama saya kanker paru juga waktunya enan bulan terus meninggal. Tapi saya ubah mindset, bilang sama diri saya sendiri, saya sudah lulus S1 dengan pelajaran kanker kolon. Sekarang berarti saya sedang belajar dengan jurusan paru. Kalau saya lulus saya sudah lulus S2," tambah dia.
Mega mengaku saat operasi kanker paru, tulang rusuknya patah dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Kondisi ini membuat Mega hanya bisa berbaring lurus selama dua bulan lamanya.
"Untuk miring ke kiri ke kanan sangat sangat sakit. Kemoterapi saya selalu pakai kursi roda. Malam susah tidur karena sepanjang hari hanya bisa baring. Malam sulit tidur sehingga minum obat tidur," tambah dia.
Kunci kesembuhan menghadapi dua kanker, kata Mega adalah keyakinan akan lolos penyakit tersebut. Tanpa keyakinan tersebut, Mega pun sanksi dirinya bisa sembuh kanker paru stadium 3 dengan harapan hidup yang sangat rendah.
"Apapun yang saya jalani semua sementara bukan selamanya. Ujung perjalanan akan survive, saya percaya. Dengan positive thinking saya percaya saya akan sembuh," tambah dia.
Dan benar saja kini Mega telah berhasil menjadi penyintas kanker kolon dan kanker paru. Untuk membagikan pengalaman dan menguatkan pasien kanker lainnya, Mega kini menjadi koordinator rumah singgah Cancer Information and Support Centre (CISC), sebuah wadah untuk komunitas kanker non profit. Ia juga sering menjadi narasumber di berbagai acara dengan menceritakan kisah inspiratifnya bertahan dengan kanker.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Legenda Liverpool Kenny Dalglish Jalani Perawatan Kanker
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak