Suara.com - Cara pendistribusian dan penyimpanan ternyata sangat memengaruhi kualitas vaksin yang digunakan. Jika keduanya tidak dilakukan dengan benar, pemberian vaksin bisa saja tidak efektif.
Disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Lucya Agung Susilawati, MARS, pihaknya menerapkan tata pelaksanaan dan tata pengelolaan vaksin untuk imunisasi, mulai dari penyimpanan, pemeliharaan, dan perawatan dari vaksin itu sendiri, dengan menjaga suhu saat melakukan penyimpanan vaksin.
"Karena memang suhu harus dalam kondisi stabil. Artinya pengaturan suhu setiap hari harus dimonitor. Kita lihat grafiknya, karena stabilitas vaksin itu cepat rusak, oleh karena itu harus selalu terkontrol dan terkendali," ujarnya di Kantor Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Kamis (8/2/2018).
Dalam kesempatan yang sama, Bambang Heriyanto, Corporate Secretary Bio Farma menjelaskan bahwa suhu penyimpanan sangat berpengaruh pada kualitas vaksin. Ia mengatakan jika suhu berubah maka kualitas vaksin akan rusak sehingga tidak lagi memberi manfaat.
"Ketika dikirim dari pabrik ke fasilitas pelayanan kesehatan, kita menyimpan vaksin pada cool box yang suhunya disesuaikan untuk menjaga kualitas vaksin. Karena kalau vaksin rusak akibat suhu penyimpanan berubah. maka vakin akan kehilangan khasiatnya, meski bukan berarti menjadi beracun," tandas Bambang.
Lucy menambahkan, sejak awal 2018, cakupan imunisasi Kota Cirebon telah mencapai 95 persen. Untuk
kasus difteri sendiri, pada 2018 ini hanya ada satu kasus Difteri yang ditemukan di kota Cirebon. Namun, Kota Cirebon tidak termasuk daerah yang diberlakukan Outbreak System Immunization (ORI).
"Karena Kota Cirebon tahun 2017 tidak ada kasus, dan baru ada satu kasus di akhir September. Tahun 2018 juga ada satu kasus. Tapi kita tidak termasuk ORI. Kalau ORI itu kan KLB yang awalnya tidak ada, kemudian menjadi ada dan terjadi peningkatan," tambah dia.
Ke depannya, Lucy berharap kasus difteri tidak lagi ditemukan di kota Cirebon. Sebagai langkah pencegahan, maka Kota Cirebon selalu melakukan program pemberian vaksin atau imunisasi secara rutin.
Baca Juga: Ganjar Bantah Dapat Uang e-KTP, Setnov: Saya Dapat Laporannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026