Suara.com - Donat, keik, cokelat, milkshake adalah beberapa daftar makanan manis yang tentu menjadi kesukaan sebagian besar dari Anda, bahkan mendengar namanya saja sudah membuat air liur menetes.
Namun ternyata tak hanya itu, beberapa makanan yang kita anggap sehat juga sudah mengandung banyak gula seperti jus dan sebagian buah-buahan. Dan, perlu diketahui menyantap makanan manis selama ini dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan dan kerusakan gigi.
Selain itu, ada sederet penyakit lain yang mengintai Anda bila gemar menyantap makanan manis, apa saja? Yuk, simak delapan penyakit yang mengintai penggemar makanan manis dilansir laman Boldsky.
1. Penyakit Jantung
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Universitas Harvard menyatakan bahwa, orang dewasa yang sehari-hari mengonsumsi makanan manis setidaknya 25 persen dari batas kalori harian, lebih berisiko mengidap penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi makanan manis setiap hari.
2. Demensia
Penelitian lain yang dilakukan oleh University of Bath pada tahun 2017 menunjukkan ada hubungan langsung antara mengonsumsi makanan manis setiap hari dengan risiko mengidap demensia alzheimer atau kepikunan. Pasalnya, gula mengandung enzim yang dapat menyebabkan pembentukan protein abnormal di otak, selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan penyakit seperti demensia.
3. Obesitas
Kebiasaan mengonsumsi makanan manis setiap hari, maka, dapat menyebabkan obesitas. Obesitas sendiri menjadi faktor risiko dari beragam penyakit lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol, hingga depresi.
Baca Juga: Pulang Liburan, Citra Scholastika Bawa Oleh-oleh Jerawat
4. Gangguan Pencernaan
Mengonsumsi makanan manis terlalu sering juga dapat memperburuk kesehatan usus Anda. Enzim yang ditemukan dalam gula dapat membunuh bakteri baik yang ada di lapisan usus besar sehingga menyebabkan penyakit seperti maag, sembelit, kembung, rasa lapar berlebihan hingga penyakit berbahaya seperti kanker usus besar.
5. Kerusakan Hati
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan manis berlebihan turut mempengaruhi kesehatan hati. Alasannya molekul gula perlu diproses di hati selama proses pencernaan. Molekul gula ini tergolong sulit dipecah oleh hati sehingga membuat hati bekerja lebih keras dan menyebabkan kerusakan hati.
6. Penuaan Dini
Tanda-tanda penuaan seperti keriput, rambut beruban, metabolisme yang melambat, melemahnya sistem kekebalan tubuh, kelelahan dapat dipengaruhi oleh konsumsi gula berlebihan. Makanan manis dapat menyebabkan sel-sel menua lebih cepat sehingga menyebabkan penuaan dini.
7. Kanker
Penelitian lain yang dilakukan di University of Texas, di Dallas, menemukan hubungan langsung antara konsumsi makanan tinggi gula dengan risiko terjadinya kanker. Studi ini menyebut, molekul gula dapat memberi makan sel kanker sehingga membuat mereka berkembang biak pada tingkat yang lebih cepat.
8. Depresi
Studi yang dilakukan Pusat Medis Universitas Kolombia, menyatakan bahwa mengonsumsi banyak makanan manis setiap hari dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit mental, seperti depresi. Jumlah gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan fluktuasi bahan kimia otak seperti serotonin dan dopamine, yang dapat menyebabkan depresi dan juga kecemasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar