2. Kurang tidur
Kurang tidur akan meningkatkan hormon stres (kortisol dan adrenalin) yang dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.
Kurang tidur juga meningkatkan jumlah hormon tiroid dalam tubuh, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gangguan aliran darah yang keluar dari jantung.
Hal ini menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Pada akhirnya, semua respon berantai ini bisa menyebabkan sakit kepala di pagi hari.
Beberapa gangguan tidur, seperti insomnia, sleep apnea, dan bruxism (kebiasaan menggemeretak gigi saat tidur) juga bisa membuat Anda sulit tidur nyenyak. Hal ini bisa semakin memperburuk keluhan sakit kepala saaat bangun pagi.
3. Salah bantal
Salah bantal bisa menyebabkan sakit leher dan kaku seperti tidak bisa digerakkan ke kanan atau kiri. Rasa sakitnya bahkan bisa menjalar ke bahu. Salah bantal bisa terjadi ketika otot Anda terlalu tegang sehingga teriritasi atau robek akibat menggunakan bantal tinggi.
Selain itu, leher dan kepala Anda mungkin tertahan dalam posisi yang sama untuk waktu lama selama Anda tidur. Secara umum, keluhan nyeri leher biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.
Untuk menyiasatinya, gunakanlah bantal yang tepat untuk mendukung posisi tidur Anda. Jika bantal Anda sudah kempes, ganti dengan yang baru.
4. Berhenti minum kopi
Bila Anda terbiasa minum kopi secara teratur dan tiba-tiba berhenti minum kopi, bisa menyebabkan sakit kepala setelah bangun tidur.
Pasalnya, kafein yang terkandung dalam kopi dapat merangsang sistem saraf otak untuk melebarkan pembuluh darah.
Baca Juga: Amoroso Katamsi, Tentara AL Berperan Jadi Soeharto di Film 'G30S'
Menghentikan asupan kafein secara tiba-tiba akan mengecilkan pembuluh darah di otak. Akibatnya semakin sedikit darah yang mengalir dari jantung ke otak, sehingga menyebabkan sakit kepala.
Cara terbaik adalah dengan mengurangi porsi kopi yang Anda konsumsi selama sehari secara perlahan dalam satu atau dua minggu.
5. Kondisi serius
Jika keluhan sakit kepala Anda tidak kunjung hilang setelah diobati dan bukan disebabkan oleh penyebab yang telah diuraikan, mungkin penyebabnya adalah sesuatu yang lebih serius.
Kanker otak sering menyebabkan sakit kepala parah yang berkelanjutan, terutama di pagi hari. Ini adalah akibat adanya peningkatan tekanan otak selama berbaring di tempat tidur dalam jangka waktu lama.
Kemudian, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) juga menunjukkan gejala yang sama. PPOK membuat Anda sulit bernapas dengan baik. Akibatnya, karbon dioksida menumpuk di dalam tubuh dan mengalir ke otak (bukannya oksigen). Asupan karbon dioksida dapat menyebabkan sakit kepala.
Selain itu, kadar gula darah rendah pada malam hari yang dialami pasien diabetes juga bisa menyebabkan sakit kepala ketika bangun pagi.
Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya dan pengobatan yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!