Suara.com - Sakit kepala bisa terjadi kapan saja, termasuk ketika Anda bangun tidur di pagi hari alias bangun pagi.
Untuk mencari obatnya, Anda harus lebih dulu tahu apa yang menjadi penyebabnya.
Pada umumnya, sakit kepala saat bangun pagi disebabkan oleh dehidrasi setelah 7-8 terlelap tanpa asupan air.
Sakit kepala setelah bangun tidur juga bisa terjadi akibat anjloknya tekanan darah sementara karena Anda mengubah posisi dari rebahan ke posisi duduk atau malah bangkit berdiri dengan cepat dan mendadak.
Namun, sakit kepala di pagi hari juga bisa disebabkan oleh lima kondisi yang dilansir dari Hello Sehat.
1. Migrain
Migrain adalah sakit kepala yang biasanya dimulai pada satu sisi kepala, tetapi dapat menjalar memengaruhi kedua belah sisi. Penyebab mingrain belum diketahui pasti, tapi dicurigai fungsi otak yang tidak wajar jadi memengaruhi sinyal saraf, zat kimia, dan pembuluh darah di otak.
Rasa sakit migrain sering digambarkan sebagai nyeri berdenyut parah yang bisa bertambah buruk ketika terpapar cahaya terang, misalnya lampu kamar atau sinar matahari pagi.
Perubahan cuaca yang ekstrem dari dingin ke panas, atau sebaliknya, juga dapat memicu gejala migrain kambuh Migrain juga bisa dipicu oleh kondisi lain, seperti hidung yang tersumbat karena pilek atau flu. Ibuprofen dapat membantu meredakan gejala migrain.
2. Kurang tidur
Kurang tidur akan meningkatkan hormon stres (kortisol dan adrenalin) yang dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.
Baca Juga: Amoroso Katamsi, Tentara AL Berperan Jadi Soeharto di Film 'G30S'
Kurang tidur juga meningkatkan jumlah hormon tiroid dalam tubuh, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gangguan aliran darah yang keluar dari jantung.
Hal ini menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Pada akhirnya, semua respon berantai ini bisa menyebabkan sakit kepala di pagi hari.
Beberapa gangguan tidur, seperti insomnia, sleep apnea, dan bruxism (kebiasaan menggemeretak gigi saat tidur) juga bisa membuat Anda sulit tidur nyenyak. Hal ini bisa semakin memperburuk keluhan sakit kepala saaat bangun pagi.
3. Salah bantal
Salah bantal bisa menyebabkan sakit leher dan kaku seperti tidak bisa digerakkan ke kanan atau kiri. Rasa sakitnya bahkan bisa menjalar ke bahu. Salah bantal bisa terjadi ketika otot Anda terlalu tegang sehingga teriritasi atau robek akibat menggunakan bantal tinggi.
Selain itu, leher dan kepala Anda mungkin tertahan dalam posisi yang sama untuk waktu lama selama Anda tidur. Secara umum, keluhan nyeri leher biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.
Untuk menyiasatinya, gunakanlah bantal yang tepat untuk mendukung posisi tidur Anda. Jika bantal Anda sudah kempes, ganti dengan yang baru.
4. Berhenti minum kopi
Bila Anda terbiasa minum kopi secara teratur dan tiba-tiba berhenti minum kopi, bisa menyebabkan sakit kepala setelah bangun tidur.
Pasalnya, kafein yang terkandung dalam kopi dapat merangsang sistem saraf otak untuk melebarkan pembuluh darah.
Menghentikan asupan kafein secara tiba-tiba akan mengecilkan pembuluh darah di otak. Akibatnya semakin sedikit darah yang mengalir dari jantung ke otak, sehingga menyebabkan sakit kepala.
Cara terbaik adalah dengan mengurangi porsi kopi yang Anda konsumsi selama sehari secara perlahan dalam satu atau dua minggu.
5. Kondisi serius
Jika keluhan sakit kepala Anda tidak kunjung hilang setelah diobati dan bukan disebabkan oleh penyebab yang telah diuraikan, mungkin penyebabnya adalah sesuatu yang lebih serius.
Kanker otak sering menyebabkan sakit kepala parah yang berkelanjutan, terutama di pagi hari. Ini adalah akibat adanya peningkatan tekanan otak selama berbaring di tempat tidur dalam jangka waktu lama.
Kemudian, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) juga menunjukkan gejala yang sama. PPOK membuat Anda sulit bernapas dengan baik. Akibatnya, karbon dioksida menumpuk di dalam tubuh dan mengalir ke otak (bukannya oksigen). Asupan karbon dioksida dapat menyebabkan sakit kepala.
Selain itu, kadar gula darah rendah pada malam hari yang dialami pasien diabetes juga bisa menyebabkan sakit kepala ketika bangun pagi.
Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya dan pengobatan yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa