Suara.com - Berkat adanya media sosial, remaja perempuan saat ini dapat dengan mudah mengumpulkan informasi tentang menstruasi dari berbagai sumber. Sebagai orangtua, mulailah berdiskusi dengan baik tentang topik ini bersama mereka. Berikut adalah beberapa tips tentang bagaimana dan kapan waktu berbicara yang tepat tentang menstrusi dengan putri Anda.
1. Kapan waktu yang tepat berbicara
Kebanyakan remaja putri mendapatkan periode pertama mereka antara usia 11 hingga 14, tetapi menstruasi dapat dimulai dari kapan saja saat mereka menginjak usia 10 tahun. Oleh karena itu, penting untuk membicarakannya beberapa waktu sebelumnya sehingga dia dapat memproses informasi dan tidak panik ketika itu benar-benar terjadi.
2. Diskusi informal
Jangan perlakukan masalah ini sebagai hal yang super serius dan cobalah menyelipkan informasi penting saat melakukan obrolan ringan. Anda dapat merujuk ke film, internet atau buku untuk membantunya memahami fenomena alami ini dengan lebih baik dan juga, jangan membanjiri dirinya dengan semua informasi sekaligus. Cobalah untuk menjaga seluruh pembicaraan dengan bahada informal dan jangan membuatnya khawatir atau sadar tentang hal itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026