Suara.com - Perjalanan mudik menjelang Lebaran yang kerap memakan waktu berjam-jam bahkan hingga berhari-hari, tentu saja akan memberikan efek kurang nyaman bagi orang yang menderita penyakit paru-paru kronis.
Untuk itu, penderita COPS (Chornic Obstructive Pulmonary Disease) atau penyakit kronis paru-paru yang hendak bepergian atau mudik sebaiknya harus mengetahui apa saja yang harus dibawa selain oksigen dalam tabung kecil.
Apalagi bila bepergian menggunakan alat transportasi umum, Anda akan rentan terpapar polusi maupun asap rokok yang dapat memperparah penyakit tersebut.
Dilansir dari Journal Health Harvard, penyakit COPS memang memerlukan terapi oksigen. Dan, apabila berpergian dengan pesawat, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan maskapai penerbangan.
Ini sangat penting untuk dilakukan karena tidak semua maskapai mengizinkan penumpang membawa alat oksigen secara mandiri.
Jangan lupa juga untuk membawa gel antiseptik untuk menghindari diri dari infeksi bakteri atau virus.
Jika Anda berpergian ke daerah dataran tinggi, rencanakan pasokan oksigen di tempat tersebut. Hal itu guna berjaga-jaga agar memudahkan Anda mendapatkan oksigen lebih cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik