Suara.com - Tidak semua pasien yang masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) harus mendapat penanganan sesegera mungkin. Disampaikan Dr. dr. Wahyuni Dian Purwati, SpEM, Head of Emergency Department Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), penanganan pasien di UGD dilakukan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan pasien atau sistem triase.
"Di Siloam Hospital Kebon Jeruk ada tiga kriteria, yaitu triase 1, triase 2, dan triase 3. Triase 1 untuk kasus gawat darurat, triase 2 gawat tidak darurat, dan triase 3 kondisi akut tapi tidak mendesak," ujar dr. Wahyuni di Jakarta, Selasa (26/6/2018).
Ia menambahkan, untuk pasien dengan kriteria triase 1 seperti kasus serangan jantung, stroke, dan trauma akibat kecelakaan, maka pasien harus segera mendapat pertolongan.
"Kalau serangan jantung itu gawat dan darurat. Itu harus segera, datang langsung kita respon, kalau bisa zero atau 0 menit masuk emergency langsung ditangani," tambah dia.
Sementara untuk kasus patah tulang di tangan dan kaki namun kondisi pasien masih sadar, digolongkan dalam kelompok triase 2, yaitu kondisi yang darurat namun tidak gawat karena tidak mengancam nyawa.
"Untuk pasien triase 2, kita ada waktu respon 5 menit. Jadi, kalau UGD sedang ramai dan ada pasien triase 1, maka akan diprioritaskan terlebih dahulu pasien triase 1, baru pasien triase 2," tambah dia.
Sementara untuk kasus triase 3, merujuk pada kondisi yang tidak gawat dan tidak darurat. Biasanya pasien yang datang dengan keluhan demam tanpa kejang dan diare, akan diminta menunggu selama 15 menit untuk diberi penanganan atau dirujuk ke dokter spesialis.
"Tidak semua pasien ke UGD kondisinya mendesak. Pasien triase 3, kalau UGD sedang ramai, bisa kita rujuk ke spesialis atau menunggu 15 menit. Di UGD kami juga menyediakan poliklinik. Untuk pasien yang bisa dirawat jalan seperti batuk, pilek, demam, bisa di poliklinik," tandasnya.
Baca Juga: Ayah Sempat Tak Restui Caisar Nikahi Janda?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?