Suara.com - Viral video soal kopi putih instan dengan merek Luwak White Koffie terbakar ketika ditaburkan di atas korek api gas. Video tersebut sempat membuat geger warganet, bahkan kopi putih Luwak White Koffie dianggap mengandung bubuk mesiu.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI akhirnya angkat bicara soal ini. BPOM menjelaskan bahwa kopi putih Luwak White Koffie terbakar dikarenakan produk tersebut berbentu serbuk, ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala.
"Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi," tulis BPOM, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
Sebelumnya, sudah beredar banyak kabar serupa soal makanan yang bisa dibakar dan berbahaya, namun semua itu sudah pernah dibantah oleh BPOM. Apa saja?
1. Kerupuk plastik
Selain kopi putih instan yang bisa terbakar, kabar serupa pernah muncul di pemberitaan pada 2016 silam. Saat itu, muncul isu kerupuk yang mudah terbakar disebut berbahaya dan dan mengandung plastik. Berita ini pun membuat masyarakat cemas.
Namun, BPOM memberikan penjelasan terkait isu tersebut. Melalui penjelasannya, BPOM menyatakan produk pangan yang mengandung lemak atau minyak dengan kadar air rendah terutama yang berbentuk tipis, berpori, seperti kerupuk, krekers, dan makanan ringan lainnya akan mudah terbakar jika disulut dengan api.
2. Gorengan plastik
Sebelumnya juga sempat beredar kabar mengenai gorengan mengandung plastik dengan eksperimen yang sama, yaitu dibakar. Namun ternyata hal tersebut juga tidak dibenarkan oleh BPOM.
Baca Juga: Hari Kopi Sedunia, Ini Fakta Menarik Tren Minum Kopi di Indonesia
BPOM menyebut satu-satunya cara untuk membuktikan adanya kandungan plastik adalah dengan mengujinya di laboratorium, bukan dibakar.
3. Bihun dan makanan ringan
Biskuit, keripik dan makanan ringan lainnya juga tergolong mudah terbakar. Hal ini dikarenakan makanan ringan banyak mengandung karbon dan hidrokarbon. Keduanya memiliki unsur lemak dan bersifat mudah terbakar
Sempat beredar bihun yang terbakar saat disulut dengan api. Hal ini juga tak lepas dari hoax. Bihun yang mudah terbakar ternyata disebabkan oleh kandungan pati yang tersusun dari zat karbon.
4. Kayu manis dan bawang putih
Siapa sangka, bahan makanan seperti kayu manis ternyata juga mudah terbakar. BPOM menyebut kayu manis bahkan bisa menyebabkan ledakan jika terlalu banyak terkena udara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?