Suara.com - Saat sakit gigi, bukan hanya obat pereda nyeri yang dibutuhkan. Perawatan saat makan dan minum juga perlu Anda perhatikan agar gigi sakit yang Anda rasakan tidak semakin parah.
Pada dasarnya perawatan sakit gigi dilakukan tergantung penyebabnya. Begitupun dengan penggunaan air panas (air hangat). Jika sakit gigi memang disebabkan oleh sensitivitas gigi Anda terhadap suatu zat misalnya minuman panas, minuman dingin, minuman asam, sebaiknya untuk tidak minum cairan-cairan yang memicu sensitivitas gigi Anda.
Jika Anda tetap meminumnya, maka rasa sakit dan tingkat sensitivitasnya bisa semakin meningkat dilansir Hello Sehat.
Meskipun begitu, bukan berarti semua orang yang sedang sakit gigi tidak boleh minum minuman panas saat sakit gigi.
Air hangat justru sering dijadikan sebagai pengobatan rumahan untuk menenangkan rasa sakit. Misalnya air hangat yang dicampur dengan beberapa bahan herbal untuk diminum atau sebagai larutan kumur saat gigi ngilu.
Namun, jika Anda belum tahu apa pemicu sakit gigi, sebaiknya hindari dulu minuman yang memiliki suhu yang terlalu panas ataupun terlalu dingin.
Ini beberapa cara penggunaan air hangat untuk mengatasi sakit gigi:
Larutkan garam di air hangat
Untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit, Anda bisa menggunakan larutan air garam menggunakan air hangat. Tidak perlu diminum, Anda cukup berkumur dengan air asin ini sebanyak dua kali sehari atau setiap beberapa jam sekali. Caranya:
Baca Juga: Polisikan Ratna Sarumpaet, Farhat Abbas Jubir Berpengaruh Jokowi
Masukan ½ sampai ¾ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, aduk rata hingga larut
Kumur dengan larutan ini selama 30 detik
Air hangat dan madu
Campuran madu dan air hangat juga bisa jadi penenang untuk sakit gigi akibat luka. Madu adalah agen antibakteri dan dapat digunakan untuk mengatasi luka.
Madu dapat membantu mempercepat penyembuhan, meredakan rasa sakit, mengurangi bengkak, dan menenangkan peradangan.
Teh daun mint
Teh daun mint membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan yang terjadi dalam rongga mulut Anda. Anda cukup memasukan 1 sendok daun mint ke dalam segelas air atau teh yang mendidih. Aduk teh dan minum ketika sudah menjadi hangat. Anda bisa meminumnya dengan menahan teh sedikit lebih lama di dalam rongga mulut (seperti berkumur) agar menempel di gigi lebih lama, kemudian baru ditelan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?